Menhan Beri Sinyal Agrinas Palma Bakal Kelola Lahan Seluas 1,17 Juta Hektare
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberi sinyal PT Agrinas Palma Nusantara akan mengelola lahan seluas 1,17 hektare. Jutaan hektare tersebut merupakan lahan dalam kawasan hutan yang bakal dikuasai kembali oleh negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
“Iya, akan kita proses,” kata Sjafrie saat acara penyerahan perkebunan kelapa sawit hasil penguasaan kembali Satgas PKH, di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga
Satgas Penertiban Kawasan Hutan Serahkan 216.997 Hektare Lahan ke Negara
Meski begitu, Sjafrie enggan tergesa-gesa. Menhan Sjafrie ingin memastikan luas sebaran lahan yang dapat digunakan dan dikerjasamakan dengan perusahaan.
“Jadi kita tidak akan meninggalkan mereka sepanjang kewajiban-kewajibannya memenuhi persyaratan,” kata dia.
Satgas PKH menargetkan penguasaan kembali lahan di dalam kawasan hutan seluas 1,17 juta hektare (ha). Saat ini, lahan seluas 1 juta ha telah dikuasai kembali oleh negara.
Dari lahan yang sudah dikuasi negara, area seluas 438.866,17 ha telah diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara. Sjafrie menjelaskan pembentukan Agrinas Palma untuk mengoptimalkan produksi sawit.
“Agrinas Palma harus siap dengan leadership, siap dengan manajemen sehingga produksinya tidak boleh menurun bahkan harus meningkat,” ujar dia.
Nantinya, Agrinas Palma akan bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) agar proses manajemen terukur dan produktif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah menyuntik penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 8 triliun ke Agrinas. Agrinas ini merupakan transformasi dari tiga BUMN Karya, yakni PT Virama Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero).
PT Virama Karya (Persero) berubah menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara yang bergerak di sektor perikanan. Kemudian, PT Yodya Karya (Persero) berubah menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara yang bergerak di sektor pangan, dan PT Indra Karya (Persero) berubah menjadi PT Agrinas Palma Nusantara, perusahaan di sektor perkebunan.
“Kami menyiapkan below the line sampai Rp 8 triliun,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers lelang surat utang negara (SUN), Selasa (18/3/2025).
Baca Juga
BUMN Agrinas Palma Nusantara Kelola 221.000 Ha Lahan Sawit untuk Ketahanan Energi
Below the line merupakan istilah yang digunakan Kementerian Keuangan untuk menjelaskan pembiayaan untuk investasi. Dia mengatakan PMN tersebut diproses Kementerian BUMN.
Pembiayaan itu akan digunakan untuk kegiatan tambak budidaya dan kegiatan perikanan tangkap, pengelolaan kawasan sentra produksi pangan, dan revitalisasi lahan hingga pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

