Pendanaan JETP Jalan di Tempat, Indonesia Tagih Percepatan Skema Pendanaan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia. Salah satu target dari rapat tersebut yaitu untuk mempercepat pencairan skema pendanaan.
“Pemerintah akan terus melakukan koordinasi antarkementerian. Kemudian diharapkan pencairan daripada financing berbagai moda bisa didorong,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (24/3/2025).
JETP mendapatkan komitmen pendanaan sebesar US$ 20 miliar. Angka ini berasal dari pendanaan International Partnership Government (IPG) sebesar US$ 10 miliar dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) sebesar US$ 10 miliar.
Airlangga mengatakan dana sebesar US$ 1,1 miliar dari dukungan pendanaan internasional telah disalurkan untuk membiayai 54 proyek. Sebanyak sembilan proyek mendapatkan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas.
“45 proyek menerima hibah sebesar US$ 233 juta,” ujar dia.
Selain itu, Airlangga menyebut IPG juga telah mengamankan jaminan senilai US$ 1 juta melalui multilateral development bank (MDB) Guarantee untuk mempercepat pelaksanaan proyek transisi energi bersih.
Beberapa proyek transisi energi yang menjadi bagian dari JETP antara lain pembangunan geothermal di Muara Labuh, Sumatera Barat yang diharapkan dapat beroperasi pada 2027 dan beberapa program dalam pipeline. Salah satu proyek yang dalam daftar antrian tersebut yaitu pembangunan solar panel di Saguling, Jawa Barat.
“Kemudian juga ada beberapa proyek lain seperti dekarbonisasi atau phasing out di PLTU Cirebon-1 dan waste to energy (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah/PLTSa) di Legok Nangka, Jawa Barat,” ucap dia.

