Jadi Tujuan Mudik, Jateng Milki Stok BBM Aman untuk 21 Hari
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya di wilayah Jawa Tengah yang menjadi tujuan utama mudik. Sebab, pemerintah mengantisipasi tingginya pemudik di jalur Pantai Utara (Pantura) menjelang Hari Raya Idulfitri 2025.
Bahlil mengungkapkan, stok BBM saat ini rata-rata cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 18 sampai 21 hari ke depan. Adapun perincian coverage days beberapa jenis BBM, di antaranya Pertalite 12,5 hari, Pertamax 17 hari, Solar 18,6 hari, Pertamina Dex 43,7 hari, dan Avtur 29,2 hari.
Baca Juga
Bahlil: Stok BBM Aman, Pertamina Siapkan Infrastruktur Cukup bagi Pemudik
"Alhamdulillah di Jawa Tengah untuk ketahanan cadangan energi kita 18 hari hingga 21 hari. Jadi yang mau hari raya, silakan hari raya," kata Bahlil saat mengunjungi rest area 379 A di Batang, Jawa Tengah, dikutip Jumat (21/3/2025).
Kondisi stok BBM di regional Jawa bagian tengah didukung jaringan distribusi yang solid. Sebanyak tujuh instalasi teknis/fasilitas distribusi BBM (IT/FT) di wilayah regional Jawa bagian tengah dan lima depot pengisian pesawat udara (DPPU).
Selain itu, 254 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beroperasi nonstop, 15 unit layanan tambahan BBM dan kiosk Pertamina, serta 19 unit layanan delivery produk BBM telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Baca Juga
DI Kalimantan, Bahlil Kembali Pastikan BBM Pertamina Sudah Sesuai Spesifikasi
Penambahan 60 tangki penyimpanan juga turut menunjang kelancaran distribusi. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu mengantisipasi kondisi ekstrem, seperti gangguan cuaca atau lonjakan permintaan mendadak, sehingga pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lancar dan nyaman.
Upaya pemerintah tidak hanya terfokus pada pasokan BBM, tetapi peningkatan layanan dan pengawasan kualitas. Melalui Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Ditjen Migas, pemerintah secara kontinu melakukan pengecekan mutu minyak. "Ada kesesuaian antara harga yang diberikan Pertamina dengan kualitas barang yang masyarakat dapatkan," jelas Bahlil.

