Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Stok Capai 17-21 Hari
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan lancar selama bulan Ramadan 2025 dan jelang Idulfitri 1446 Hijriah di seluruh Indonesia.
Dia mengungkapkan, seluruh jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, hingga Solar dalam kondisi tercukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhdap kelangkaan BBM.
"Kapasitas (BBM) cukup sampai 17-21 hari. Jadi tidak ada masalah, baik minyak Pertalite, Pertamax, maupun dari sisi Solar, itu clear," ujar Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, dikutip Senin (10/3/2025).
Baca Juga
RAFI 2025: Menteri ESDM Cek Langsung Stok dan Kualitas BBM di Baubau
Hal itu disampaikan Bahlil usai meninjau sejumlah infrastruktur energi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/3/2025). Pada kesempatan tersebut, dia turun langsung mengecek Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 74.937.23, serta Fuel Terminal BBM Baubau.
Saat berada di SPBU Pertamina 74.937.23, Bahlil bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina (Persero), dan Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) melakukan pengecekan langsung terhadap perbedaan kualitas antara BBM beroktan RON 90 dan RON 92.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM berkualitas baik. Sebagai bentuk edukasi, Bahlil meminta Pertamina Patra Niaga untuk menyediakan contoh BBM RON 90 dan RON 92 di setiap SPBU. Dengan begitu, masyarakat bisa membedakan spesifikasi kedua jenis BBM tersebut.
"Masyarakat juga tidak perlu ada kekhawatiran terkait dengan kualitas BBM yang dijual. RON 90 ini sebenarnya yang disubsidi, sementara RON 92 itu harganya harga pasar, tidak disubsidi," jelas dia.
Baca Juga
Lemigas Pastikan Kualitas BBM di SPBU Pertamina Sesuai Spesifikasi
Terkait pasokan B40 dan solar, Bahlil menegaskan ketersediaannya cukup hingga Idul Fitri. Bahkan, Terminal BBM Baubau berperan penting dalam memasok 54% kebutuhan BBM di wilayah Sulawesi. Selain melayani Sulawesi, terminal ini juga menyuplai BBM ke Maluku dan menjadi cadangan bagi Nusa Tenggara Timur, Bima, serta beberapa daerah lainnya.
Pemerintah sendiri telah menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk Sulawesi Tenggara pada 2025. Kuota BBM jenis JBKP (Pertalite) mencapai 356.464 KL, dengan realisasi hingga Januari 2025 sebesar 25.919 KL atau 7,23% dari kuota. Sementara itu, kuota BBM JBT (Biosolar) ditetapkan sebesar 153.227 KL, dengan realisasi hingga Januari 2025 sebesar 12.592 KL atau 8,22% dari kuota.

