Xiaomi Cuan Besar, Mobil Listrik Jadi Daya Tarik Baru
BEIJING, investortrust.id - Xiaomi mencatatkan kenaikan laba hampir 50% pada kuartal IV 2024. Salah satu yang menjadi daya tarik sumber pendapatan baru perusahaan adalah penjualan mobil listrik SU7.
Dalam laporan Reuters, Rabu (19/3/2025), raksasa teknologi asal China itu mendapatkan kenaikan pendapatan sebesar 48,8% menjadi 109 miliar yuan (sekitar Rp237 triliun). Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengatakan bahwa pendapatan terbesar itu tidak lepas dari variasi produk yang ditawarkan di pasar internasional.
Sebagai pengingat, Xiaomi melebarkan ekspansi bisnis mereka tidak hanya melalui perangkat smartphone. Mereka juga merambah ke produk rumah pintar, hingga kendaraan listrik.
Menariknya, salah satu lini produk yang paling menjanjikan adalah kendaraan listrik SU7 yang dirilis tahun lalu. Dalam laporan perusahaan, mobil sedan itu sudah terjual sebanyak 135.000 unit di China, dengan pendapatan sebesar 32,1 miliar yuan.
Meski mobil listrik Xiaomi belum dijual secara global, tetapi Xiaomi sudah memastikan akan memasarkan mobil tersebut secara luas di luar China, termasuk di Indonesia.
Secara terpisah, Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, membenarkan rencana perusahaan untuk bahwa mobil listrik Xiaomi di Indonesia. Ia pun membocorkan bahwa mobil SU7 baru akan dijual secara global pada tahun 2027.
Zhao menjelaskan bahwa setiap negara memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, perusahaan juga sedang mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesiapan infrastruktur.
Indonesia diketahui merupakan pasar potensial dengan pertumbuhan signifikan dalam sektor mobil listrik. Pada 2024, merek China seperti Wuling dan BYD mendominasi penjualan EV di Indonesia berkat harga kompetitif dan insentif pemerintah.
"Kami melihat Indonesia sebagai pasar besar dan tentu saja akan membuat rencana untuk menghadirkan mobil listrik kami di sini," kata Zhao beberapa waktu lalu.
Namun demikian, perusahaan memastikan akan memberikan pengumuman resmi jika sudah ada kepastian. "Saat waktunya tiba, kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada konsumen Indonesia," tutup Zhao. (C-13)

