Saham Xiaomi Mulai Pulih Seusai Kecelakaan Fatal Libatkan Mobil Listrik SU7
CEO Xiaomi, Lei Jun, mengaku siap bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dalam proses investigasi. Insiden ini menjadi tamparan bagi Xiaomi, yang sebelumnya mendapat banyak perhatian dari investor setelah berhasil meniru kesuksesan bisnis ponselnya di pasar kendaraan listrik yang sangat kompetitif di China.
Tak hanya itu, kecelakaan ini juga diperkirakan akan memicu pengawasan lebih ketat terhadap perangkat lunak sistem mengemudi pintar yang banyak digunakan pada mobil energi baru. Sementara itu, saham pesaing Xiaomi di sektor EV, seperti BYD Co. dan XPeng Inc., yang juga dikenal dengan fitur mengemudi pintarnya, sempat turun lebih dari 1%.
“Investor akan menunggu hasil penyelidikan sebelum lebih yakin untuk membeli saham Xiaomi di harga rendah,” ujar manajer dana di JH Investment Management, Li Weiqing.
“Jika ditemukan kesalahan pada kendaraan Xiaomi, hal ini bisa menjadi dampak negatif dalam jangka pendek hingga menengah bagi perusahaan dan memerlukan perbaikan menyeluruh.” sambungnya.
Baca Juga
Terlepas dari insiden ini, Xiaomi telah mencatat kesuksesan besar dalam ekspansinya ke pasar kendaraan listrik. Model pertamanya, Xiaomi SU7, mendapat sambutan luar biasa dengan lebih dari 50.000 pesanan dalam 24 jam pertama setelah dibuka untuk pre-order, menciptakan tekanan besar pada kapasitas produksi.
Bulan lalu, Xiaomi bahkan menaikkan target pengiriman kendaraan listriknya untuk tahun 2025 menjadi 350.000 unit setelah mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat sejak 2021. Meski menghadapi tantangan besar, hasil penyelidikan akan menjadi penentu dampak jangka panjang kecelakaan ini terhadap Xiaomi dan masa depan bisnis kendaraan listrik mereka. (C-13)

