Babak Baru, Elon Musk dan OpenAI Sepakat Percepat Sidang Sengketa AI
CALIFORNIA, investortrust.id – Elon Musk dan OpenAI sepakat mempercepat persidangan terkait peralihan OpenAI ke model bisnis for-profit. Kesepakatan ini menjadi babak terbaru dalam perseteruan antara Musk dan CEO OpenAI, Sam Altman, yang kini berlanjut ke ranah hukum.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (15/3/2025), dokumen pengadilan federal yang diajukan pada Jumat (14/3/2025) menunjukkan bahwa kedua pihak telah mengusulkan jadwal persidangan pada Desember tahun lalu. Namun, keputusan apakah kasus ini akan disidangkan oleh juri atau hanya oleh hakim masih ditunda.
Baca Juga
Akhirnya, Roket Elon Musk Digunakan untuk Selamatkan 2 Astronaut di Luar Angkasa
Hakim di Pengadilan Distrik California Utara sebelumnya menolak permintaan Musk untuk menghentikan transisi OpenAI ke model bisnis for-profit. Meski demikian, pengadilan menyetujui persidangan dipercepat yang dijadwalkan berlangsung pada musim gugur tahun ini.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyambut baik keputusan pengadilan yang menolak upaya Musk untuk memperlambat perkembangan perusahaan. “Kami senang dengan keputusan pengadilan pada 4 Maret yang menolak upaya Elon Musk untuk menghambat OpenAI demi kepentingan pribadinya,” tulis OpenAI dalam blog resminya.
Musk, yang turut mendirikan OpenAI bersama Altman pada 2015, meninggalkan perusahaan sebelum mengalami pertumbuhan pesat seperti sekarang. Ia kemudian mendirikan xAI pada 2023, yang kini menjadi pesaing OpenAI dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Pada 2023, Musk menggugat OpenAI dan Altman dengan tuduhan menyimpang dari misi awalnya, yaitu mengembangkan AI untuk kepentingan umat manusia, bukan demi keuntungan korporasi. OpenAI dan Altman membantah tuduhan tersebut, sementara Altman menuduh Musk berusaha menghambat kemajuan pesaingnya.
Gugatan ini mempertaruhkan masa depan OpenAI dalam transisinya ke model for-profit, yang diklaim perusahaan sebagai langkah penting untuk menarik banyak investasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat persaingan industri AI yang semakin mahal dan kompetitif.
Baca Juga
Elon Musk Beri Pesan bagi Pegawai Federal AS: Cantumkan Prestasi atau Mundur
Pendanaan OpenAI terbaru mencapai US$ 6,6 miliar, dan perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan SoftBank Group untuk menggalang dana tambahan hingga US$ 40 miliar. Salah satu syarat utama dalam negosiasi tersebut adalah restrukturisasi OpenAI agar tidak lagi berada di bawah kendali organisasi nirlaba.
Selain itu, persidangan ini berlangsung di tengah ketegangan antara Altman dan Musk setelah OpenAI menolak tawaran akuisisi sebesar US$ 97,4 miliar dari konsorsium yang dipimpin oleh Musk. Altman menolak tawaran tersebut dengan tegas dan hanya menjawab dengan “tidak, terima kasih.”
Persaingan di industri kecerdasan buatan semakin ketat, dengan perusahaan, seperti Google DeepMind, Anthropic, dan xAI terus berinovasi. Dengan percepatan persidangan ini, masa depan OpenAI dan arah pengembangannya akan semakin bergantung pada hasil pengadilan nanti. (C-13)

