Imbas Tarif Trump Harta Elon Musk Menguap Rp 511 Triliun, Bezos dan Zuckerberg?
WASHINGTON, Investortrust.id - Orang-orang terkaya di dunia, seperti Elon Musk, Jeff Bezos, hingga Mark Zuckerberg kehilangan kekayaan bersih miliaran dolar dalam semalam ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik yang memicu aksi jual saham di bursa saham AS Wall Street.
Trump pada Rabu (2/5/2025) waktu AS atau Kamis (3/4/2025) pagi WIB mengumumkan tarif dasar 10% untuk barang impor dari semua negara yang berlaku pada 5 April, dan tarif tambahan pada sejumlah negara, seperti Indonesia 32%.
Baca Juga
Efek Tarif Impor Trump, Wall Street Terjun ke Jurang 'Merah' hingga Bursa Eropa Hancur Lebur
Pengumuman tersebut memicu kejatuhan pasar saham di bursa AS. Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite masing-masing turun lebih 5% pada Jumat (4/4/2025), menyusul kerugian serupa pada Kamis (3/4/2205).
Penurunan 2 hari tersebut menghapuskan kekayaan bersih Elon Musk sebesar US$ 30,9 miliar (Rp 511 triliun), Jeff Bezos sebesar US$ 23,49 miliar (Rp 380 triliun), dan Mark Zuckerberg sebesar US$ 27,34 miliar (Rp 452 triliun). Menurut Indeks Miliarder Bloomberg, ketiganya adalah orang terkaya di dunia.
Adapun 500 orang terkaya di dunia mengalami kerugian 2 hari terbesar yang pernah dicatat indeks tersebut, menurut Bloomberg, Minggu (6/4/2025).
Sebagian besar kekayaan bersih trio orang terkaya dunia tersebut berasal dari nilai perusahaan masing-masing, yakni Tesla, Amazon, dan Meta. Tarif impor yang diumumkan Trump memukul saham teknologi, karena industri tersebut bergantung pada manufaktur, cip komputer, dan layanan teknologi industri (TI) dari China, India, dan Taiwan. Pengumuman Trump mencakup tarif 32% untuk impor AS dari Taiwan, 26% impor dari India, dan 54% Tiongkok.
Penurunan pertumbuhan ekonomi AS juga merusak pendapatan iklan untuk Amazon dan Meta.
Musk, yang bekerja dengan Trump sebagai penasihat senior dan kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), sudah mengalami kerugian pada 2025. Tesla mengumumkan penjualan 336.681 mobil pada kuartal pertama tahun ini pada Rabu, turun 13% dibandingkan periode sama tahun lalu, menandai kuartal terburuknya sejak 2022.
Secara total, kekayaan Musk telah hilang sebesar US$ 130 miliar sepanjang tahun ini, menurut indeks Bloomberg. Perkiraan kekayaan bersihnya saat ini sebesar US$ 302 miliar masih jauh di atas Bezos, sebesar US$ 193 miliar, dan Zuckerberg sebesar US$ 179 miliar.
Namun, tidak semua miliarder merugi pada Kamis dan Jumat. Salah satu pendiri Rocket Mortgage dan pemilik Cleveland Cavaliers Dan Gilbert memperoleh US$ 1,91 miliar pada Jumat, sehingga kekayaan bersihnya mencapai US$ 32,4 miliar, menurut indeks Bloomberg.
Pengusaha Meksiko Carlos Slim bertambah kekayaannya sebesar US$ 2,9 miliar pada Kamis, sebelum merugi US$ 5,48 miliar pada Jumat, menurut indeks tersebut.
Baca Juga
Respons Kebijakan Tarif Impor Trump, BI Siaga Jaga Stabilitas Rupiah
Slim (85) yang dinobatkan orang terkaya di dunia oleh Forbes dari 2010 hingga 2013, memulai kariernya sebagai pedagang saham di Meksiko pada 1960-an. Kekayaan bersihnya yang diperkirakan sebesar US$ 80 miliar berasal dari kepemilikan di konglomerat industri lamanya, Grupo Carso, dan perusahaan telekomunikasi Amerika Latin América Móvil.
Slim meramalkan bahwa tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump akan bersifat sementara, dan digunakan sebagai taktik negosiasi.
Trump pada Kamis mengatakan, pihaknya terbuka untuk menegosiasikan tarif dengan negara lain, meskipun para pembantu Gedung Putih bersikeras sebaliknya .

