Demokrat AS Rilis Dokumen Epstein, Sebut Nama Elon Musk, Thiel, Bannon, dan Pangeran Andrew
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id – Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat telah merilis sejumlah dokumen terkait Jeffrey Epstein, yang mencantumkan nama-nama tokoh berpengaruh seperti Elon Musk, Peter Thiel, Steve Bannon, Bill Gates, dan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris.
Dokumen yang terdiri atas jadwal harian, catatan penerbangan, manifest penumpang, buku besar, serta catatan pribadi Epstein ini merupakan hasil dari pemanggilan dokumen (subpoena) kepada pihak eksekutor harta peninggalan Epstein. Dokumen tersebut mencakup kurun waktu antara tahun 2014 hingga 2019.
Dalam dokumen tersebut, ditemukan beberapa catatan yang menunjukkan rencana pertemuan Epstein dengan tokoh-tokoh tersebut. Salah satu pengingat tertulis menyebutkan, “Elon Musk ke pulau 6 Desember (apakah ini masih berlangsung?)”, serta rencana sarapan bersama Steve Bannon pada Februari 2019. Selain itu, manifest penerbangan mencatat bahwa Pangeran Andrew sempat melakukan perjalanan bersama Epstein dan Ghislaine Maxwell dari New Jersey ke Florida pada Mei 2000.
Namun demikian, tidak ada tuduhan yang dialamatkan kepada Musk, Thiel, Bannon, Gates, maupun Pangeran Andrew. Bahkan, tidak ada kepastian bahwa pertemuan-pertemuan tersebut benar-benar terjadi. Elon Musk sendiri membantah keterlibatan tersebut melalui platform X dengan menulis, “Ini tidak benar.” Sementara itu, juru bicara Peter Thiel dan pengacara Bannon serta Andrew belum memberikan komentar resmi.
Baca Juga
Diberitakan Thetelegraphindia.com, Sabtu (27/9/2025), pihak Demokrat menyatakan bahwa dokumen ini menunjukkan betapa luas jaringan relasi Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia, dan kembali mendesak Departemen Kehakiman AS untuk merilis seluruh dokumen hasil investigasi terkait. “Fraksi Demokrat di Komite Pengawasan tidak akan berhenti sampai seluruh pihak yang terlibat dalam kejahatan keji Epstein berhasil diungkap,” ujar juru bicara komite, Sara Guerrero.
Sebaliknya, pihak Republik menuduh Demokrat mempolitisasi kasus ini, dan menjanjikan akan merilis keseluruhan dokumen agar publik mendapat gambaran utuh.
Jeffrey Epstein meninggal dunia karena bunuh diri di dalam penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks, yang ia bantah. Rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, telah divonis bersalah pada 2021 atas tuduhan merekrut dan memfasilitasi eksploitasi anak di bawah umur oleh Epstein, dan kini menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.
Sebelumnya, Direktur FBI Kash Patel menyatakan dalam sidang Kongres bahwa pihak berwenang tidak menemukan bukti kredibel bahwa Epstein memperdagangkan perempuan atau anak di bawah umur untuk orang lain selain dirinya sendiri.

