Potensi Panas Bumi Indonesia 2 Besar Dunia, Pertamina Ajak Semua PIhak Maksimalkan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia memiliki potensi panas bumi atau geotermal nomor dua terbesar di dunia. Untuk itu, subholding PT Pertamina (Persero) di bidang energi baru dan terbarukan, Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) berupaya memaksimalkan potensi tersebut melalui pengembangan geotermal di area Kamojang, Garut yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE.
"Indonesia memiliki potensi panas bumi nomor dua terbesar di dunia," kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam keterangannya, Sabtu (15/3/2025).
Indonesia menyimpan 40% cadangan panas bumi dunia. Berdasarkan data Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total potensi energi panas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 23,7 gigawatt (GW).
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) dan Sinopec Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi
Potensi geotermal Indonesia tersebar di berbagai pulau, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kementerian ESDM menargetkan pengembangan energi geotermal sekitar 7000 MW pada tahun 2025.
Simon mengajak semua pihak terkait untuk sama-sama bisa mendorong pengembangan geotermal. “Sesuai Asta Cita pemerintah, salah satunya adalah mengembangkan aspek geotermal, “ ujar Simon.
Sementara Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan, PT Pertamina (Persero) berkomitmen mendukung swasembada energi yang diprogramkan sesuai Asta Cita pemerintah. Dukungan tersebut salah satunya dikontribusikan melalui operasional PLTP area Kamojang.
“Saya merasa bangga bisa melihat langsung satu tempat yang berkontribusi bagi Indonesia dalam mendukung swasembada energi, ini bagian dari semangat Asta Cita, mewujudkan swasembada energi,” terang Iriawan pada kunjungan kerja ke area Kamojang Jumat [14/3/2025].
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, sebagai motor transisi energi, Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, guna mendukung ketahanan energi nasional serta pencapaian target keberlanjutan sebagai bagian transformasi Pertamina menuju perusahaan energi berkelanjutan.
Direktur Utama PT PGE Tbk Julfi Hadi menambahkan, Pertamina mempunyai potensi geotermal yang sangat besar. Area Kamojang bukan hanya sebagai ikon PGE, Pertamina atau Indonesia semata, tetapi juga ikon dunia, karena area Kamojang adalah the first geothermal, yang merupakan salah satu dari empat lapangan uap kering di dunia.
“Dalam aspek geotermal, Indonesia memiliki indigenous resources, karena itu PT PGE memiliki mimpi menjadi 'The Leading Geothermal Producer In The World',” harap Julfi.
Baca Juga
Kawah Kamojang, terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. Kawah ini merupakan salah satu kawasan geotermal aktif yang terkenal di Indonesia, dengan suhu uap mencapai 140°C. Kawah Kamojang juga menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang telah beroperasi sejak 1983 dan memiliki kapasitas 200 MW.
Area sumber energi lain di Kamojang, di antaranya PLTP Unit 5 PGE Kamojang, merupakan bagian proyek pengembangan energi geotermal untuk menghasilkan listrik dari sumber panas bumi.
Berdiri sejak 2015 dan beroperasi menyalurkan listrik 35 MW, PLTP Kamojang sendiri sudah dikenal sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar dan tertua di Indonesia. Unit 5 ini berfungsi meningkatkan kapasitas produksi energi listrik di Kamojang, yang sebelumnya sudah memiliki beberapa unit pembangkit lainnya.

