Oracle Pertimbangkan Bangun Pusat Data di Batam
JAKARTA, investortrust.id - Oracle Corporation dilaporakan sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Indonesia untuk mendirikan pusat layanan cloud di Pulau Batam. Langkah ini disebut sejalan dengan rencana ekspansi Oracle di Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan Bloomberg dikutip Jumat (14/3/2025), lokasi potensial yang sedang dipertimbangkan adalah Nongsa Digital Park. Salah satu pertimbangannya karena statusnya sebagai zona perdagangan bebas dan kedekatannya dengan Singapura serta Malaysia.
Diketahui Oracle juga merencanakan bisnis serupa di dua negara tetangga tersebut. Bahkan rencana itu, termasuk investasi lebih dari US$ 6,5 miliar untuk mendirikan wilayah cloud publik pertama di Malaysia pada awal Oktober lalu.
Indonesia menunjukkan potensi besar dalam industri pusat data. Nilai pasar industri pusat data di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 88,21 triliun pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,5% untuk periode 2024–2030.
Selain itu, pasar pusat data di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 3,7 miliar (sekitar Rp 57,7 triliun) pada 2024, dengan investasi mencapai US$ 634 juta ( Rp9,8 triliun). Sebelumnya, Oracle Cloud Infrastructure (OCI) telah memperkenalkan layanan terbaru di Indonesia, menghadirkan lebih dari 100 layanan public cloud OCI ke pusat data pelanggan.
Ekspansi Oracle di Batam dapat memperkuat infrastruktur digital Indonesia dan meningkatkan daya saing di sektor teknologi informasi. Investasi ini juga diharapkan mendorong inovasi dan transformasi digital di berbagai sektor industri.
Hingga saat ini, Oracle belum memberikan komentar resmi mengenai rencana investasi tersebut. Namun jika benar, investasi ini berpeluang menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan data di kawasan ASEAN. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor teknologi. (C-13)

