55 Tahun di Indonesia, Sharp Belum Tertarik Masuk ke Industri Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id – Memasuki usia 55 tahun di Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia menegaskan belum tertarik untuk terjun ke industri kendaraan listrik (electrical vehicle/EV). Meskipun perusahaan induknya, Foxconn, telah memiliki lini produksi mobil listrik di Jepang, Sharp masih ingin fokus pada bisnis elektronik di Tanah Air.
National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo mengungkapkan bahwa saat ini Sharp belum siap untuk masuk ke ekosistem EV di Indonesia. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya soal teknologi, tetapi regulasi dan izin usaha.
Baca Juga
Industri Elektronik Sedang Sulit, Sharp Tegaskan Tidak Akan PHK Karyawan
"Kalau di Indonesia belum siap (mengembangkan kendaraan listrik), tetapi di Jepang sebagai holding company kami, Foxconn, sudah memiliki mobil listrik. Namun, belum bisa masuk ke Indonesia," ujar Andri di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa izin operasional Sharp di Indonesia saat ini hanya untuk industri elektronik. Jika ingin masuk ke sektor otomotif, perusahaan harus melakukan perubahan besar dalam struktur perizinannya. "Kendala perizinannya, karena izin pabrik kita adalah elektronik. Kita harus ubah company-nya kan, agak panjang menurut saya. Jadi kita fokus ke elektronik dahulu," tambahnya.
Di sisi lain, Sharp terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam berbagai aspek operasionalnya. Andri menyebut bahwa perusahaan telah menggunakan AI dalam pengolahan data, desain produk, serta produksi konten kreatif. "Kami menggunakan AI untuk pengolahan data, desain, dan pembuatan video kreatif. Tim media dan kreatif kami juga sudah mulai memanfaatkan AI," jelasnya.
Baca Juga
Industri Elektronik Hadapi Tantangan Berat, Ini Strategi Sharp
Namun, ia mengakui bahwa penerapan AI di Indonesia masih terbatas karena sebagian besar tenaga kerja masih bekerja secara manual. "Di Indonesia, AI lebih sebagai alat bantu, karena tenaga kerja kita masih cenderung manual," ungkapnya.
Ke depan, Sharp akan terus mengembangkan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kreativitas. Andri menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah memperkuat posisinya di industri elektronik sebelum mempertimbangkan ekspansi ke sektor lain. (C-13)

