Bagikan

Industri Elektronik Sedang Sulit, Sharp Tegaskan Tidak Akan PHK Karyawan

JAKARTA, investortrust.id – PT Sharp Electronics Indonesia menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), meskipun industri elektronik sedang menghadapi tantangan ekonomi. Sebagai gantinya, perusahaan memilih strategi efisiensi dan penyesuaian produksi untuk tetap bertahan di tengah melemahnya pasar.

National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia, Andri Adi Utomo memastikan PHK bukan opsi yang akan diambil oleh perusahaan. Sebagai langkah penyesuaian, Sharp hanya mengurangi jam lembur dan menyesuaikan kapasitas produksi tanpa harus mengurangi jumlah tenaga kerja.

"Sampai hari ini, tidak ada PHK. Kami hanya mengurangi overtime dan memperlambat produksi," ujar Andri di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Baca Juga

Gobel: Pemerintah Mestinya Bentuk Task Force PHK dan Deindustrialisasi

Andri menjelaskan pengurangan produksi ini bukan berarti penurunan jumlah produksi secara drastis, tetapi lebih kepada optimalisasi jam kerja. Jika sebelumnya perusahaan menerapkan tiga shift dengan lembur, kini skema itu tetap sama, tetapi tanpa adanya lembur.

"Produksi bukan dikurangi, tetapi lebih disesuaikan. Jika sebelumnya ada overtime terus, sekarang dikurangi. Jika sebelumnya tiga shift dengan overtime, sekarang tetap tiga shift, tetapi tanpa overtime," jelasnya.

Kebijakan ini rencananya akan diterapkan hingga September 2025. Sharp akan terus mengevaluasi kondisi pasar sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Kami melihat perkembangan ekonomi dalam periode fiskal April-September sebelum memutuskan strategi berikutnya," tambahnya.

Di tengah tantangan ekonomi, Sharp tetap optimistis dengan target penjualan tahunan sekitar Rp 12 triliun, atau sekitar Rp 1 triliun per bulan dari pasar domestik.

"Target tahun ini adalah bisa lebih baik dari tahun lalu. Jika bisa sama dengan tahun lalu saja, itu sudah cukup baik. Secara growth, kami targetkan sekitar 102-103%," ungkapnya.

Sharp juga akan menyesuaikan harga jual produknya sebagai langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi,. Perusahaan berencana menaikkan harga sekitar 1% hingga 2% mulai 15 Maret 2025, seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini berkisar di angka Rp 16.000.

Baca Juga

Menperin 'Blak-blakan' Bongkar Penyebab Banyak Pabrik Tutup dan PHK Massal

Untuk mendorong penjualan, Sharp juga menggelar Sharp Omotenashi Exhibition 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 12-16 Maret 2025. Dalam pameran ini, perusahaan memamerkan produk-produk terbaru serta memberikan berbagai penawaran menarik bagi konsumen.

Meski menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, Sharp tetap berkomitmen untuk mempertahankan tenaga kerja.

"Saat ini yang penting adalah bisa bertahan dulu, bukan mencari keuntungan besar. Jika tidak ada PHK saja, itu sudah prestasi," tutup Andri. (C-13)

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024