Preskom Triputra Agro Sampaikan Dukungan Perseroan pada Asta Cita Pemerintahan Prabowo
JAKARTA, Investortrust.id – PT Triputra Agro Persada Tbk selalu menjalankan bisnisnya atas dasar bakti kepada bangsa dan negara, sebagai wejangan yang selalu disampaikan oleh founder Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat. Dari wejangan inilah Triputra Agro selalu mendukung secara penuh agar visi Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto bisa terlaksana.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Komisaris PT Triputra Agro Persada Tbk, Arif Patrick Rachmat yang juga putra dari founder Triputra Group Theodore Permadi Rachmat, dalam kesempatan berbuka puasa bersama para pimpinan media massa di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
“Pak Teddy ini selalu menitipkan atau memberikan wejangan kepada keluarganya maupun perusahaannya. Yang pertama di keluarga, di perusahaan harus rukun. Yang kedua, kita itu harus berbakti kepada negara dan bangsa yang kita cintai ini, dan juga selalu rendah hati atau low profile,” kata Arif yang didampingi oleh sang ayahanda yang akrab disapa Teddy Rachmat.
Nah, terkait dengan wejangan agar berbakti kepada negara, Arif menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi yang tulus dan mulia dalam Asta Cita yang dicanangkannya, agar rakyatnya sejahtera, terutama di lapisan paling bawah. “Oleh karena itu, kita harus all out agar Asta Cita itu menjadi terlaksana,” ujarnya.
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 94% di 2024, Nilainya Jadi Segini
Arif juga menyampaikan pandangan positifnya terkait kehadiran Ray Dalio yang dihadirkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penasihat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Menurut Arif, Ray Dalio menyamakan potensi Indonesia saat ini layaknya China saat dipimpin oleh Deng Xiaoping , lalu Singapura saat dipimpin oleh Lee Kuan Yew, yang mampu membangun negara yang mereka pimpin menuju level pertumbuhan yang tinggi. Salah satunya adalah dengan membentuk Special Economic Zone yang akhirnya melahirkan kota-kota modern seperti Shenzhen, Shanghai, dan Beijing.
Dalam kesempatan yang sama, Arif juga menyebut sejatinya pendiri Triputra Group, yakni Teddy Rachmat pun punya visi bahwa apa yang ia lakukan bersama entitas bisnis yang dimilikinya bisa ikut berkontribusi pada pembangunan.
“Dia (Teddy Rachmat) ingin memberikan persembahan melalui perusahaan kita yang the best managed companies, yang governance paling baik, yang excellence through people and process, yang bisa memberikan kontribusi pajak sebesar-besarnya,” ujar Arif.
Triputra Group, lanjut Arif, juga tengah bergerak di sektor pendidikan dengan tujuan bisa menciptakan tenaga kerja terampil, salah satunya tenaga di bidang care giver yang saat ini amat dibutuhkan di sejumlah negara di dunia yang demografinya banyak diisi oleh populasi lanjut usia.
“Ini banyak sekali kekurangan tenaga kerja terampil sebenarnya. Dan banyak yang isi orang Filipina. Sementara Indonesia itu banyak sekali kan kita potensinya,” tutur Arif.
Baca Juga
Triputra Agro (TAPG) Targetkan Netral Karbon Tahun 2036, Begini Strateginya
Kendati belum bersedia menyebut program apa yang dilakukan Triputra Group di bidang pendidikan, Arif sedikit memberikan bocoran bahwa perusahaan tengah mendorong penciptaan tenaga terampil di bidang keperawatan.
Sedikit gambaran, Triputra Group didirikan oleh Theodore Permadi Rachmat, mantan CEO Astra Group, yang memulai bisnisnya sendiri dengan mendirikan PT Triputra Investindo Arya pada tahun 1998 sebagai perusahaan induk dari Adira Mobil dan Adira Finance. Di bawah kepemimpinannya, Adira Finance tumbuh pesat dan membuatnya menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbaik di Indonesia.
Pada tahun 2004, Adira Finance dijual kepada Bank Danamon, Tbk. dengan tujuan pengembangan dan rencana diversifikasi masa depan dari Triputra Group. Hasil kesepakatan ini kemudian digunakan untuk memperluas garis bisnis dalam sektor industri yang lebih menjanjikan. Hingga saat ini, Triputra Group memiliki empat lini bisnis, termasuk Agribisnis, Manufaktur, Energi, serta Perdagangan & Jasa.

