Mendag Targetkan Transaksi Belanja di Indonesia Aja saat Lebaran Capai Rp 36,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendukung kampanye Belanja di Indonesia Aja (Bina) Lebaran dalam menyambut perayaan Idulfitri. Program ini akan berlangsung pada 14-30 Maret 2025 dan diluncurkan di Mall Nusantara, Jakarta oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Mendag Budi menargetkan transaksi yang bakal dihasilkan selama program ini berlangsung mencapai Rp 36,3 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan capaian Bina Lebaran yang dilangsungkan pada 2024 lalu, yakni senilai Rp 25,4 triliun.
"Targetnya naik 15% dari sebelumnya, sebenarnya kan Rp 25,4 triliun. Targetnya menjadi sekitar Rp 36,3 triliun, jadi 15%,” ucap Mendag Budi saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga
Orang Kaya Belanja di Mancanegara, Perputaran Uang di Indonesia Menguap Ratusan Triliun
Budi menjelaskan, selama penyelenggaraan program ini, terdapat potongan harga atau diskon yang digencarkan, yakni hingga 70%. Hal ini dilakukan guna meningkatkan minat belanja masyarakat terhadap produk-produk dalam negeri atau buatan Indonesia.
“Jadi program ini salah satu cara sebenarnya bagaimana kita meningkatkan daya saing masyarakat, yang meningkatkan produk-produk UMKM ini dapat menjadi tuan rumah ya di negerinya sendiri,” terangnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Ia menegaskan momentum lebaran adalah waktu strategis bagi industri ritel. Dengan demikian, pesta diskon yang digelar ini merupakan bagian dari kampanye Belanja di Indonesia Aja untuk meningkatkan perputaran ekonomi nasional.
Baca Juga
Mendag Ajak Masyarakat Berbelanja di Harbolnas, memangnya Kenapa?
Hippindo mencatat saat ini terdapat 380 perusahaan ritel dan penyewa dengan lebih dari 80.000 gerai dan 800 merek, serta 402 pusat perbelanjaan di 24 provinsi di Indonesia yang siap mendukung program ini baik brand lokal dan global. Ratusan perusahaan ritel dengan puluhan ribu gerai itu terdiri dari berbagai kategori seperti fesyen, elektronik, kebutuhan harian, makanan dan minuman, serta produk gaya hidup lainnya.
“Di Indonesia semua ada, semua lengkap, dan kualitasnya bersaing. Lebih dari 400 mal akan berpartisipasi dalam program ini dimana para ritel dan penyewa menawarkan potongan harga hingga 70%, termasuk brand global yang turut serta memberikan diskon besar untuk meningkatkan produksi dan omzet dalam negeri,” papar Budihardjo.

