Anak Usaha DOID, BUMA Cetak Rekor Pendapatan di US$1,363 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id –PT BukitMakmurMandiriUtama (BUMA), anak perusahaanPT DeltaDunia Makmur Tbk (DOID) mencetak kinerja dengan pertumbuhan yang pesat, hingga mampu memecahkanrekorpendapatandaritahunketahun.
DisampaikanDirektur BUMA Silfanny Bahar, selamasembilanbulandi2023,BUMAtelah berhasil memecahkan rekor pendapatan sebesar US$ 1,363 miliar dengan EBITDA US$ 308 juta, yang menghasilkan keuntungan bersih sebesar US$ 30 juta.
“Pada periode yang sama, BUMAmenunjukkankapasitasaruskasyangtangguh,dimanaaruskasoperasionalperusahaan melonjak menjadi US$ 237 juta. Dengan EBITDA yang terus meningkat dan peningkatan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,85x, perusahaan siap mempertahankan metrik kredit yang kuat,” kata Silfanny.
Pada 4-8 Desember 2023, perusahaan membuka masa Penawaran Umum Obligasi I BUMA Tahun 2023, yang sekaligus merupakan strategi diversifikasi perusahaan dalam memperluas opsi pembiayaan yang sebelumnya terdiri dari Obligasi, Pinjaman Bank Konvensional dan Syariah, serta skema pembiayaan Leasing yang semuanya dalam mata uang dollar AS.“Langkahstrategisinimerupakan tonggak bersejarah bagi BUMA sekaligus mempertegas kredibilitas BUMA sebagai perusahaan jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia,”ujarnya.
Baca Juga
Delta Dunia (DOID) Pamerkan Kemajuan Dekarbonisasi Anak Usaha
Sementara itu Indra Kanoena, Presiden Direktur BUMA menyampaikan, pada 7 Desember 2023 BUMA merayakanharijadi yang ke-25tahun. Perusahaan menggelar perayaan dengan tema "25 Tahun BUMA BERMAKNA: Memberi Manfaat untuk Indonesia," menekankan komitmen berkelanjutan BUMA dalammemberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, serta dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas.
“BUMA telah menempuh perjalanan luarbiasa,dimulaidarisebuahperusahaansub-kontraktorhinggabertumbuhmenjadisalahsatu perusahaan jasa pertambangan terbesar di Indonesia dan Australia. Selama 25 tahun, BUMA fokus menciptakan keunggulan operasional, mendorong inovasi, dan memegang teguh prinsip ESG untuk membangun industri pertambangan yang berkelanjutan,” kata Indra.
Dimulaisebagaiperusahaansub-kontraktorpertambanganpadatahun1998,BUMAberkembang menjadiperusahaanjasapenambanganbesaryangkemudiandiakuisisiolehDeltaDuniaGroup pada tahun 2009, terus bertumbuh menjadi perusahaaan jasa penambangan independen terkemukadiIndonesia.
Padatahun2021,BUMAmengakuisisiBUMAAustralia(BUMAAustralia Pty Ltd) dari Downer EDI Limited (Downer), memperluas layanan pertambangan ke salah satu pusat pertambangan dunia serta mendiversifikasi komoditas pertambangan perusahaan ke metallurgical coal, menyokong pesat pertumbuhan perusahaan.
Sejak akuisisi BUMA Australia pada tahun 2021, buku pesananBUMAAustralia meningkat empatkali lipat, mendorongkinerja perusahaan lebih lanjut. Dengan riwayat hubungan pelanggan yang solid dan jangka panjang dengan perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia, BUMA didukung oleh lebih dari 16.000 karyawan berpengalaman dan telah berhasil memegang pangsa pasar kedua di sektor pertambangan Indonesia dan kontraktor kelas satu di Australia.
Baca Juga
Delta Dunia (DOID) Pamerkan Kemajuan Dekarbonisasi Anak Usaha
BUMA menyediakan rangkaian layanan pertambangan yang komprehensif dengan pendekatan dari hulu ke hilir, mencakup pembongkaran lapisan tanah penutup, penambangan batu bara, pengangkutan, dan rehabilitasi tambang.
BUMA juga mampu mengelolaoperasitambangyangkompleksdanmenantang,termasukdipulau-pulaukecil,serta menyelesaikan masalah teknis tingkat tinggi - sepertipenanganan rembesan air laut, penanganan lumpur, antisipasi potensi dan penanganan geotechnicaldan gelombang pasang air laut - hingga memindahkan sungai demi meminimalkan dampak lingkungan dan mencapai efisiensi operasional yang optimal.
SalahsatuinovasiunggulBUMAadalahintegrasi sistemmanajemen armada (fleet management system) terkini guna optimalisasi operasional tambang serta penerapan teknologi algoritma machine learning yang mampu memprediksi potensi kerusakan komponen pada alat-alat berat, yang dikenal sebagai Predictive Maintenance (PdM).
Baca Juga
Kuartal III-2023 Pendapatan Delta Dunia (DOID) Capai US$ 1,36 Miliar

