Taza, Diawali Keresahan Pribadi Hingga Tembus Pasar Internasional
JAKARTA, Investortrust.id -- Founder brand fashion modest syar'i Taza, Ashila Ramadani menceritakan bahwa bisnis yang ia kelola saat ini bermula dari keresahan pribadi ketika mencari busana syar'i yang nyaman dikenakan. Saat itu, dirinya yang baru memutuskan berpenampilan syar'i pada awal 2024 lalu mengaku tengah mencari bahan busana yang mampu menyerap keringat dengan baik.
"Jadi memang aku mencari yang bahannya bisa menyerap keringat, utama begitu," kata Ashila dalam acara bertajuk Taza Exclusive Gathering: Unveiling The Unfeigned Collection, From Ayah to London, Ashila Ramadhani, Founder Taza di Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Namun menurut Ashila mencari pakaian dengan bahan seperti itu tidak mudah. Keresahan itulah yang membuat dirinya merasa perlu membuat busana syar'i sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Ia kemudian sempat mencari referensi di pinterest dan Instagram. Beberapa model dan bahan yang ia rasa cocok dengan seleranya, yakni dari Asia Barat dan Eropa Timur.
"Mereka kebanyakan pakainya yang eco-friendly, cotton dan lain-lain, dari modelnya tuh yaudah simpel khusus aja gitu semuanya, dari situ aku coba beli kan, nyari-nyari dimana yang jual ternyata banyaknya itu dari Rusia," ujarnya.
Namun untuk mendapatkan produk tersebut juga diakuinya penuh perjuangan. Selain kendala bahasa, proses pengiriman barang dari Rusia ke negara lain juga tidak gampang. Akhirnya ia meminta rekannya yang ada di Moskow untuk membelikan produk tersebut. Saat itulah dirinya merasa cocok dengan bahan dan model tersebut.
"Jadi kayak menemukan jodohnya di abaya, sehingkat kata akhirnya terpikir daripada beli di sana terus, kenapa enggak bikin sendiri. Akhirnya mulai kebentuk Taza, dan memfokuskan Taza ke potensi pasarnya. Saat itu belum ada yang ke arah sana, jadi bismillah kita mulai konsep Taza yang seperti ini," ungkapnya.
Taza akhirnya debut di Halal Fair pada Agustus 2024 lalu. Selain itu Taza juga ikut berpartisipasi di Bazaar Halal Kulture pada Desember 2024. Terbaru, Taza berhasil tembus pasar internasional dengan ikut serta dalam event London Muslim Shopping Muslim Festival 2025 pada 22-23 Februari 2025 lalu.
"Melangkah ke London Muslim Shopping Festival 2025 adalah keputusan besar dan sebuah turning point untuk membawa brand ini ke panggung yang lebih luas. Jujur, awalnya ada banyak keraguan. Aku pikir mungkin di London sudah banyak material seperti yang kami gunakan. Tapi ternyata, koleksi terbaru kami, The Unfeigned, justru mendapat sambutan," ungkapnya.
Deputi bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu menyambut baik kehadiran Taza. Menurutnya Taza memberikan warna dalam kekayaan modest fashion.
"Jadi benar-benar memang Indonesia itu sebagai pusat modest fashion dunia," tuturnya.
Yuke mengatakan antusiasme yang begitu positif membuktikan bahwa Taza memiliki peluang besar di pasar global. Menurutnya keikutsertaan Taza di London Muslim Shopping Festival 2025 menunjukkan bahwa modest fashion Indonesia memiliki daya saing di pasar global.
"Dengan kreativitas dan kualitas yang terus dikembangkan, brand lokal seperti Taza berpotensi untuk semakin dikenal dan diterima di kancah internasional. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasar," ujarnya. (C-14)

