Urai Kepadatan Pelabuhan Merak, Pemerintah Manfaatkan Pelabuhan Panjang di Lampung
BANTEN, investortrust.id – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, meninjau Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Minggu (7/4/2024). Dalam mengatasi kepadatan Pelabuhan Merak, pemerintah akan memaksimalkan Pelabuhan Panjang di Lampung, Sumatera Selatan.
Menhub menyampaikan, Pelabuhan Panjang Lampung akan difungsikan sebagai jalur alternatif penyeberangan untuk melayani pemudik saat terjadi kepadatan.
“Kami memaksimalkan untuk dapat memanfaatkan Pelabuhan Panjang di Tanjung Karang, Lampung. Akan dibuat rute ke Panjang, baik dari Bakauheni maupun Ciwandan. Nanti dipilah peruntukannya. Karena, jika ke Panjang maka menghemat hampir 1 jam perjalanan bagi yang ingin ke Ibu Kota Lampung. Ini sangat positif,” kata Budi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga
328.664 Kendaraan Tinggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama pada 3 - 6 April 2024
Sebagai informasi, Pelabuhan Panjang Lampung atau biasa dikenal dengan Pelabuhan Selat Panjang adalah pelabuhan utama di Lampung untuk peti kemas dan curah. Pelabuhan ini berjarak 7 km dari Bandar Lampung sehingga kerap disebut Pelabuhan Bandar Lampung.
Faktor yang Diduga Penyebab Kepadatan Pelabuhan
Selain itu, Menhub Budi juga meminta Kapolda Banten untuk menindak truk ODOL (Over Dimension Overload) karena keberadaan truk ini di jalanan akan menghambat laju kendaraan pemudik, sehingga terjadi kepadatan.
“Tadi kami ada kesepakatan dengan Kapolda, ada tindakan hukum yang harus kita lakukan terhadap ODOL tanpa terkecuali. Kita minta pemilik untuk mentaati, atau kita akan pinggirkan mereka untuk tidak jalan, karena mereka mengganggu perjalanan mudik kali ini,” lugas Budi.
Sementara itu, Muhadjir turut menyampaikan bahwa kapal dari Merak ke Bakauheni hanya akan menurunkan penumpang lalu kembali ke Merak. Sementara itu, untuk bongkar-muat, akan dilakukan dari pelabuhan Ciwandan ke Bakauheni atau Ciwandan ke Pelabuhan Panjang.
Baca Juga
Kendaraan Melintas Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Capai 2.900 per Jam
Dia mengatakan, masih akan melihat perkembangan dari kebijakan itu. Sebab, situasi sekarang jumlah penumpang masih terlalu padat.
“Nanti kapal dari Merak ke Bakauheni itu hanya nge-drop penumpang, semuanya, dan langsung kembali ke Merak untuk angkut penumpang. Tidak ada lagi skema 7-3 atau 4-3 tidak ada, kemudian untuk yang membongkar dan muat itu hanya dari Ciwandan ke Bakauheni, atau ke Panjang. Sementara dari Merak khusus untuk drop saja. Kosong balik untuk isi kembali. Tentu saja ini akan kita lihat perkembangan karena mengingat antisipasi situasi sekarang perkembangan,” imbuh Muhadjir.
Kapolda Banten, Irjen Pol. Abdul Karim menambahkan, masyarakat yang belum memiliki tiket diharapkan jangan melakukan pembelian tiket di perjalanan. Hal ini karena akan mengganggu masyarakat yang sudah memiliki tiket sebelumnya. “Jadi imbauan kami kepada masyarakat yang akan mudik ke Merak, diharapkan lakukan pembelian tiket sebelum berangkat ke Merak dari rumah. Sudah ada fasilitas online ini akan mengurangi lalu lintas di tol ataupun Merak,” ucap dia.
Dirut PT ASDP Ira Puspadewi juga menyebutkan, tiket telah habis hingga Senin (8/4/2024), tidak ada tambahan tiket sehingga masyarakat yang berangkat adalah yang telah memiliki tiket di tangan. “Memang sudah habis sama seperti naik kereta api atau pesawat, kalau sudah habis tidak bisa ditambahkan,” pungkas dia.

