DPR Minta Pemerintah Atasi Kepadatan di Merak-Bakauheni pada Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi V DPR Lasarus mendesak pemerintah melakukan perubahan besar-besaran untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Dia menilai titik tersebut selalu terjadi kemacetan sejak puluhan tahun.
Baca Juga
Pertamina Turunkan Harga Pelita Air 15,8% Selama Periode Mudik Lebaran 2025
Lasarus mengatakan, pada mudik Lebaran 2025 akan ada 52% penduduk Indonesia melakukan perjalanan mudik. Dari berbagai titik kemacetan yang selalu berubah setiap tahunnya, hanya Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang tidak ada perubahan.
“Yang selalu terjadi kemacetan itu Merak-Bakauheni. Merak-Bakauheni ini sudah puluhan tahun tidak terurai,” kata dia dalam pembukaan rapat kerja (raker) bersama mitra kerja Komisi V DPR di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Dengan kondisi pelabuhan yang tidak mengalami perubahan, Lasarus meminta kepada jajaran Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan inovasi untuk menangani kepadatan yang akan terjadi di Merak-Bakauheni.
Baca Juga
“Merak-Bakauheni ini sudah tidak bisa lagi kita tangani dengan cara-cara sekarang. Itu harus dilakukan terobosan di Merak- Bakauheni itu. Supaya di Merak-Bakauheni adalah perbedaan dari tahun ke tahun. Kita lihat, apakah pak menteri perhubungan dan pak menteri PU bisa mengurai (kepadatan Merak- Bakauheni),” ujar Lasarus.
Lebih terperinci, Lasarus menjelaskan, berbagai permasalahan kompleks yang ada di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, di antaranya persoalan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, hingga banyak truk bermuatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) yang terparkir di badan jalan.
“Rest area yang terbatas di situ. Kalau memang rest area kurang, ya kita perluas masa puluhan tahun enggak bisa bikin (rest area tambahan). Dermaga kurang, kita perbanyak. Kapal kurang, kita perbanyak. Kita ingin melihat suatu hari, kita lihat kelancaran di situ (Pelabuhan Merak dan Bakauheni),” jelasnya.

