RI-Jepang Dorong 14 Proyek Infrastruktur Nasional Senilai Rp 32,84 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Indonesia mendapat dukungan finansial dari Jepang untuk mendorong pembangunan 14 proyek infrastruktur nasional dengan total pinjaman sebesar US$ 2,005 miliar atau Rp 32,84 triliun (asumsi kurs Rp 16.375 per dolar).
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti saat bertemu Vice Minister for Engineering Affairs, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang Masayoshi Hirose di kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Baca Juga
Jepang Pertimbangkan Memperlakukan Kripto Seperti Sekuritas Tradisional
“Kami menyambut baik kunjungan Wakil Menteri Hirose. Terlepas dari restrukturisasi kementerian, kami tetap berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Jepang guna mendukung pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan pers yang dikutip Rabu (26/2/2025).
Wamen Diana memperinci, sebanyak 10 dari 14 proyek bersumber dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai US$ 1,65 miliar di bidang irigasi, sungai dan pantai, jalan dan sektor sanitasi.
Sementara itu, lanjut Diana, empat proyek sisanya masih bersifat pipeline dan tengah dikaji ulang oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk memastikan kesesuaiannya dengan prioritas nasional.
“Terdapat empat proyek pinjaman yang akan dibiayai JICA, yaitu penyiapan teknis peningkatan Bendungan Sutami di DAS Brantas sebesar US$ 21,1 juta, Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan US$ 174 juta, penyiapan teknis Integrated Urban Flood Management Project di Jabodetabek US$ 95,32 juta, dan penyiapan teknis pengembangan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Tahap 1 dan 2 sebesar US$ 64,9 juta,” jelas dia.
Wamen Diana juga mengapresiasi Pemerintah Jepang pada pelaksanaan high level meeting (HLM) ke-11 di Kementerian PU kali ini. Menurutnya, forum ini merupakan wadah penting bagi transfer knowledge dan teknologi infrastruktur, termasuk teknologi reclaimed asphalt, sabo technology, serta mitigasi risiko banjir di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga
Jepang Catat Rekor Surplus Transaksi Berjalan pada 2024, Ini Penopangnya
“Saya ucapkan selamat dan sukses, saya dengar forum ini sangat bermanfaat untuk bertukar informasi dan teknologi bidang infrastruktur. Saya dorong seluruh jajaran di Kementerian PU untuk belajar pendekatan informasi dan teknologi dalam pembangunan infrastruktur,” tutur mantan Direktur Jenderal Cipta Karya era Joko Widodo.
Pada kesempatan yang sama, Hirose berharap pertemuan ini dapat mempererat kerja sama Jepang-Indonesia di sektor infrastruktur, khususnya di bidang teknologi daur ulang aspal.
“Kami harap teknologi aspal daur ulang dapat segera dimanfaatkan. Kami siap mendukung secara aktif dan kami harap Ibu Wamen dapat mendorong penerapan teknologi ini,” tutup Wamen Hirose.

