Impor Kurma Melonjak Jelang Ramadan, Paling Banyak dari Negara Ini
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor kurma meningkat pada Januari 2025 atau menjelang Ramadan dan Idulfitri. Negara paling banyak mengirim kurma ke Indonesia berasal dari Mesir.
“Tren impor kurma dalam beberapa bulan terakhir sudah mulai terlihat persiapan menjelang periode Ramadan dan Lebaran,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Baca Juga
Dalam paparannya, Amalia menunjukkan, tren impor kurma terlihat sejak Desember 2024. Pada akhir 2024, impor kurma mencapai 10.555 ribu ton. Sementara itu, pada Januari 2025 impor kurma mencapai 16.426 ribu ton atau senilai US$ 20,68 juta. “Kalau kita lihat dari negara asalnya, impor kurma berasal dari Mesir,” ujar dia.
Impor kurma dari Mesir sebesar 10,15 ribu ton dengan andil 61,8%. Selain itu, impor terbesar dari Arab Saudi sebesar 1,88 ribu ton dengan andil 11,42% dan Uni Emirate Arab (UEA) sebesar 1,76 ribu ton dengan andil 10,71%.
Sebelumnya, BPS melaporkan neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$ 3,45 miliar atau naik sebesar 1,21% secara bulanan dan 1,45% secara tahunan. “Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata dia.
Baca Juga
Surplus pada Januari 2025 ini ditopang komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. “Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar US$ 1,43 miliar dengan komoditas penyumbang minyak mentah dan hasil minyak,” ucap dia.
Sebelumnya, BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2025. Pada awal tahun ini, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 21,45 miliar. “Pada Januari 2025, nilai ekspor mencapai US$ 21,45 miliar atau turun 8,56% secara bulanan, dibandingkan Desember 2024,” kata dia.
Sementara itu, posisi impor Januari 2025 tercatat sebesar US$ 18 miliar. “Pada Januari 2025, nilai impor mencapai US$ 18 miliar atau turun 15,18% dibandingkan Desember 2024,” ucap dia.

