Indonesia-Turkiye Sepakat Bentuk Komite Bersama Bidang Industri, 14 Sektor Ini Diusulkan
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dan Turkiye sepakat membentuk Komite Bersama tentang Kerja Sama Industri. Hal ini dilakukan karena kedua negara tersebut sama-sama memiliki sektor industri manufaktur yang berkembang pesat dan menawarkan banyak potensi untuk kerja sama, sehingga dapat memperkuat pertumbuhan industri manufaktur di kedua negara.
Pembentukan komite ini dituangkan dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP) yang ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turkiye H.E. Mehmet Fatih Kacir, dengan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Tujuan dari MSP ini untuk memajukan upaya kerja sama dan meningkatkan saling berinvestasi pada bidang industri, kajian dan pengembangan bersama, proyek inovasi bersama, pengembangan kapasitas, promosi, transfer teknologi, penggunaan teknologi utama dalam industri, dan kegiatan-kegiatan kerja sama yang saling menguntungkan lainnya.
“Pemerintah Indonesia antusias dalam pembahasan rencana kerja melalui MSP mengenai kerja sama bidang perindustrian antara Indonesia dengan Turki. Kami anggap hal ini sebagai bagian dari rencana Aliansi Strategis yang pernah dibicarakan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2).
Menurut Menperin Agus. kedua negara sama-sama mengusulkan beberapa sektor industri untuk dicakup dalam MSP ini. Lingkup kerja sama industri dalam MSP akan mencakup 14 sektor industri, yakni: Battery Technologies and Materials; Building and Construction Technologies and Materials; Chemicals and Pharmaceutical; Electronics and Machinery Industry; Electric Vehicles and Mobility; SME Development.
Kemudian adapula Agro-based Industry; Industrial Zones and Regional Development; Maritime Industry; Medical Devices and Health Technologies; Metals Industry; Textile and Clothing; Green Industry; Halal Industry; dan area-area kerja sama lainya yang disetujui kedua belah pihak.
Menperin Agus menjelaskan, Turki menaruh prioritas pada kerja sama bilateral di bidang perindustrian. Hal ini ditandai dengan hubungan kerja sama yang erat yang sudah dan akan terjalin pada subsektor industri, antara lain kerja sama produksi dan distribusi vaksin antara Bio Farma (Indonesia) dan Polifarma dan Turkilac (Turkiye).
Selain rencana investasi dari perusahaan besar Turkiye yang telah bertemu dengan Menperin di tahun lalu, Turkiye juga mendorong kemitraan untuk joint production melalui kerja sama Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan.
Serta Laboratorium di Indonesia (GAKESLAB) dengan Kelompok Perusahaan Alat Kesehatan Turki (OSTIM), dan mendorong masuknya produk-produk farmasi Indonesia yang diproduksi oleh Kimia Farma, Kalbe Farma, Daria Varia melalui Abdi Ibrahim, Polifarma dan Deva Medica.
“Kami meyakini bahwa kunjungan Bapak Presiden Erdoğan kali ini dapat dijadikan momentum untuk menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan yang kami lakukan sebelumnya di Turkiye,” ungkap Menperin Agus.

