MIND ID Wujudkan Hilirisasi Industri Mineral di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Dalam upaya memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dan menciptakan nilai tambah mineral dan batu bara, BUMN holding Industri pertambangan MIND ID mempertegas komitmennya menjadi penggerak hilirisasi terintegrasi. Berbagai proyek strategis diluncurkan untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral dari hulu ke hilir di dalam negeri, sehingga menciptakan rantai pasok lebih baik.
Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf menyampaikan bahwa MIND ID melalui seluruh anggota holding secara konsisten melaksanakan proyek-proyek hilirisasi yang terintegrasi. Diharapkan, Indonesia mendapat manfaat dari proses peningkatan nilai tambah dan mampu semakin berdaulat di kancah global. “Dengan program hilirisasi terintegrasi, kami memberikan dampak besar bagi perekonomian dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ungkap Heri dalam keterangannya, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga
Heri menjelaskan bahwa salah satu proyek hilirisasi yang dijalankan Grup MIND ID adalah smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan patungan anggota Grup MIND ID, yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.
Proyek ini memiliki kapasitas output 1 juta ton alumina per tahun untuk kebutuhan produksi aluminium Inalum, yang sebelumnya bahan baku ini diperoleh dari pasar global.
Selain itu, Grup MIND ID melalui PT Freeport Indonesia telah membangun smelter tembaga dan akan mengembangkan precious metal sefinery (PMR) di Gresik, Jawa Timur. Proyek ini memiliki peran penting dalam integrasi rantai pasok pengolahan tembaga, mulai tembaga ore, konsentrat tembaga, hingga akhirnya menjadi katoda tembaga.
Melalui smelter ini, Grup MIND ID juga akan mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas, perak batangan, dan platinum group metals (PGM) lainnya untuk memenuhi kebutuhan komoditas investasi masyarakat Indonesia.
Baca Juga
Bagian Kesepakatan 30 Ton, MIND ID Kirim Perdana Emas Freeport ke Antam
Komitmen pelaksanaan hilirisasi terintegrasi juga diwujudkan dalam pengembangan proyek nikel di Halmahera Timur, yang mencakup pembangunan smelter rotary kiln-electric furnace (RKEF) untuk memproduksi nikel serta fasilitas high-pressure acid leach (HPAL) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Kedua fasilitas ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik global, tetapi juga menciptakan produk berteknologi dan bernilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.
“Tentu kami akan terus memperkuat integrasi dalam setiap rantai pasok komoditas mineral dan batu bara yang dikelola, sehingga dapat menjadi kontributor bagi peningkatan kinerja ekonomi guna mencapai pertumbuhan 8% ke depannya,” pungkas Heri.

