Bakal Terima Dana Rp102 Miliar dari Bank Dunia, Kota Ini Diklaim Bakal Bebas Sampah
JAKARTA, Investortrust.id – Rencana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp102 miliar untuk Kota Cilegon demi perluasan sistem pengolahan sampah dalam kota akan membuka peluang bagi Cilegon menjadi kota percontohan dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Disampaikan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Cilegon sendiri telah menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki pabrik pengolahan sampah Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), hasil hibah dari PLN senilai hampir Rp10 miliar.
“Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi yang ramah lingkungan,” kata Helldy dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Rabu (12/2/2025).
Baca Juga
Sejumlah proyek strategis yang digalangnya disbeut Helldy memperkuat posisi Cilegon sebagai kota yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga peduli terhadap keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Kota Cilegon berhasil meraih predikat Zona Hijau dalam penilaian kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman RI tahun 2024, dengan skor impresif 95,31.
Capaian ini menempatkan Cilegon sebagai peringkat kedua di Provinsi Banten, mengungguli skor tahun 2023 yang berada di angka 89,45. Peningkatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kota Cilegon, kata Helldy telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama tiga tahun berturut-turut sejak 2021. Prestasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
Tak hanya itu, Cilegon juga meraih penghargaan dari Kementerian Investasi/BKPM atas capaian realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten, membuktikan bahwa kota ini semakin menarik bagi para investor.

