Jonathan Tahir: Kolaborasi Sudah Menjadi Kebutuhan Perusahaan
JAKARTA, investortrust.id – Salah satu pewaris Mayapada Group, Jonathan Tahir menegaskan bahwa saat ini kolaborasi sudah menjadi kebutuhan dasar perusahaan. Bukan lagi hanya sekadar ucapan indah, apalagi kemewahan semata.
“Dalam prinsipnya, kolaborasi itu bukan sebuah kemewahan atau hal yang mungkin tidak kita butuhkan, mungkin kita butuhkan. Tetapi kolaborasi itu adalah sebuah kebutuhan dasar,” tegas Komisaris Utama Mayapada Hospital atau PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) tersebut, dalam Mayapada Group Executive Gathering 2025.
Kolaborasi ditekankan sebagai kebutuhan dasar karena zaman telah berubah begitu cepat dan menciptakan kompetisi yang lebih ketat. Bila suatu perusahaan tidak banyak melakukan kolaborasi atau hanya diam, Jonathan memprediksi, perusahaan tersebut akan ketinggalan oleh pergerakan zaman.
“Kita bisa lihat satu perusahaan terbesar di dunia Nvidia, turun 20% karena ada satu perusahaan dari China yang announce bisa lakukan lebih baik dan jauh lebih murah,” ucap Jonathan memberi contoh.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Ungkap Peluang Indonesia di Tengah Perang Dagang Amerika-China
Dengan fakta tersebut, banyak perusahaan yang harusnya sadar bahwa kompetisi di era sekarang menjadi lebih berat dan kompetitor bisa datang dari mana saja. Belum lagi, daya beli masyarakat sedang menurun di tengah ketidakpastian global.
Dilihat dari semua sisi tantangan yang ada, dia menilai jawaban paling konkret adalah sinergi dan kolaborasi yang justru akan menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage) suatu perusahaan.
“Di sini dengan begitu banyak perusahaan, ini menjadi competitive advantage. Cara keinginan para pasien atau konsumen berubah setiap hari tetapi kita harus bisa berubah juga lebih cepat lagi,” sambungnya.
Jonathan juga memandang, setiap perusahaan dari grup besar manapun, harus benar-benar berusaha melakukan yang terbaik sebagai perusahaan, bukan sebagai pribadi. Pola pikir yang benar, menurutnya adalah maju dan sukses bersama.
Baca Juga
Mayapada dan Ketum Kadin Anindya Bahas Peluang Bisnis AI di Indonesia
Tidak cepat puas dengan sebatas menjadi perusahaan paling menguntungkan di dalam grup, melainkan harus berpikir bagaimana sukses bersama-sama dengan perusahaan afiliasi lain.
“Saya selalu suka dengan pribadi Amerika, you're only as strong as your weakest link,” tegas Jonathan.
Dia mengingatkan bahwa cara-cara tersebutlah yang membuat Mayapada bisa maju, serta bersaing dengan perusahaan lain.
Pada kesempatan yang sama, Jonathan juga mengingatkan kunci keberhasilan menjalankan perusahaan, yakni jangan takut bertanya. Dia menyarankan agar siapapun dengan jabatan apapun boleh bertanya, tanpa khawatir dipertanyakan kemampuannya. Sekalipun yang bertanya merupakan seorang pemimpin.
“Don't be afraid to ask for help karena di sanalah kita bisa saling membantu dan ada sebuah kekuatan. Di sini kalian semua leaders namun pemimpin juga harus confident dan tetap bisa ask for help when you need,” pungkasnya.
