Kemendag Sebut Nilai Ekspor RI Naik 10% dalam 5 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut tren ekspor Indonesia terus meningkat dalam 5 tahun terakhir. Hal itu menunjukkan perekonomian Indonesia dalam kondisi apik meski sempat diterpa pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso menyebut peningkatan tren ekspor Indonesia dimulai pada tahun 2018. Meski sempat turun pada 2019, nilai ekspor Indonesia terus naik setelah itu.
"Dalam 5 tahun terakhir tren ekspor kita positif 10%, meningkat terus, walaupun 2018 ke 2019 turun. Tahun 2018 sempat defisit 8,7%, kemudian defisit 3,6% pada 2019, tapi ekonomi kita sangat bagus. Begitu Covid-19 selesai, 2020 langsung surplus," kata Budi dalam diskusi "Export Outlook 2024" yang digelar secara daring oleh Sekolah Ekspor, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
Indonesia Berpeluang Jadi Eksportir Besar Produk Modest Fashion
Menurut data yang dipaparkan Budi, ekspor Indonesia pada 2018 sebesar US$ 180,01 miliar, lalu turun US$ 167,68 miliar dan US$ 163,19 miliar pada 2020. Setelah itu pada 2021 nilai ekspor Indonesia meningkat pesat jadi US$ 231,61 miliar dan US$ 291,90 miliar pada 2022.
"Puncaknya tahun 2022 kita surplus terbesar dalam sejarah ekspor impor kita yakni US$ 54,46 miliar atau sekitar Rp 780 triliun," ucapnya.
Meski demikian, Budi menjelaskan nilai ekspor Indonesia kembali turun jelang penutupan tahun 2023 yakni US$ 236,40 miliar meski tidak signifikan. Hal itu, menurutnya tidak dielakkan karena kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil.
Baca Juga
"Sekarang memang turun yaitu surplus hanya jadi US$33 miliar karena kondisi perekonomian dunia memburuk sehingga permintaan pasar berkurang dan harga turun," tuturnya.

