Nilai Ekspor Anjlok, Kemendag Beberkan Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi membeberkan penyebab anjloknya ekspor Indonesia. Nilai ekspor Januari-Oktober 2023 turun 12% dibandingkan periode sama 2022 dari US$ 244,06 menjadi US$ 214,41 miliar.
Menurut Didi, terdapat dua faktor yang menyebabkan nilai ekspor Indonesia pada periode itu turun. Pertama adalah fluktuasi kurs. Kedua, penurunan harga komoditas akibat perlambatan ekonomi dunia, terutama di negara-negara maju yang menjadi tujuan ekspor Indonesia.
Baca Juga
"Jadi, kalau kita analogikan tahun lalu kita bisa jual 1 unit itu US$ 1 misalnya, tahun ini sepanjang Januari-Oktober itu tidak sampai US$ 1, mungkin hanya US$ 0,8. Jadi, itu yang membuat nilai ekspor secara kumulatifnya turun," kata Didi Sumedi di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Menurut Didi, penurunan harga komoditas sangat memengaruhi nilai ekspor pada Januari-Oktober 2023. "Terutama di harga coal, CPO (minyak sawit mentah), dan beberapa commodity based. Sekarang kan harganya melandai," tutur Didi.
Baca Juga
Harga Komoditas Anjlok, Ekspor Nonmigas Januari–November Merosot 12,47%
Meski nilai ekspor turun, kata Didi, volumenya justru naik. Volume ekspor Januari-Oktober 2023 mencapai 579 ton, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 534 ton.
"Secara volume masih naik, naiknya dibanding periode yang sama tahun lalu 7%. Ini kalau saya akumulatif 7%, jadi masih kuat kita ekspornya," tandas dia.

