Anggaran Defisit, Pemkot Kota Ini Masih Kembangkan Infrastruktur Daerah
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah Kota Cilegon disebut-sebut mengalami defisit anggaran pada tahun anggaran 2024 akibat tingginya kebutuhan dana untuk pengembangan wilayah kota.Namun demikian Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyebut selama masa kepemimpinannya, pemerintahan kota Cilegon mampu fokus pada pembangunan infrastruktur.
Disampaikan Helldy dalam pidato pidato penutup masa jabatannya saat Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon yang digelar pada Kamis, (30/1/2025) Januari 2025, Wali Kota Cilegon, H. Helldy Agustian, SE, SH, MH, menyampaikan pidato penutup masa jabatannya, pihaknya berhasil membangun sejumlah proyek yang dinilai strategis .
Infrastruktur strategis yang berhasil dibangun antara lain Gedung MUI, fasilitas UMKM, rumah sakit baru, dan empat SMP Negeri baru.
“Selain itu kami telah membangun palang pintu kereta api, perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dengan bantuan dana sebesar Rp112 miliar dari Kementerian PUPR, serta tambahan anggaran Rp26 miliar untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Helldy dalam pernyataan tertulis yang diterima Kamis (30/1/2025).
Infrastruktur lainnya yang ia sebut strategis adalah pembangunan Jalan Kembar dengan pembebasan lahan di KM 97 seluas 2,4 hektare dan pembangunan 12 titik gorong-gorong di Citangkil hingga Ciwandan senilai Rp17 miliar, lalu Mall Pelayanan Publik yang menyediakan 126 jenis layanan sebagai bentuk kolaborasi antarinstansi.
Helldy juga menyebut kini Kota Cilegon menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki pabrik pengolahan sampah Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang merupakan hasil hibah dari PLN senilai hampir Rp10 miliar. “Rencana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp102 miliar untuk perluasan pengolahan sampah sedang dalam proses,” imbuhnya.
Baca Juga
Gegara Defisit Anggaran di Daerah, Kemenag Kawal Hak Guru Madrasah
Sementara itu di sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kota ini telah memberikan beasiswa penuh sarjana untuk 4.000 penerima yang tersebar di berbagai universitas negeri di Indonesia, 24 universitas swasta di Banten, serta di Yaman dan Mesir. Selain itu digelar pula pelatihan keterampilan dan vocational training untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Saat ini, kata Helldy, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon menjadi 78,83 pada tahun 2024, menempatkannya sebagai peringkat ketiga tertinggi setelah Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. Di saat yang sama, telah terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 12,69% di tahun 2020 menjadi 6,08% di tahun 2024.
Kota Cilegon juga diklaim berhasil mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,71%, memastikan seluruh warga memiliki akses penuh terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Diakuinyabahwa Kota Cilegon saat ini menghadapi defisit anggaran akibat penyelenggaraan Pilkada dan program-program yang telah berjalan. Namun, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, termasuk honor daerah untuk guru agama.
Ia pun memohon maaf atas segala kekurangan selama masa jabatannya dan berharap pemerintah selanjutnya dapat melanjutkan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

