Indef: Pemerintah Harus Beri Perhatian Lebih kepada Industri Padat Karya untuk Tekan Angka Pengangguran
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Center Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economic and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun lalu yang mencapai hampir 78.000 orang. Agar PHK tak berlanjut, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada industri padat karya.
“Ini menunjukkan bagaimana lapangan usaha, lapangan kerja yang belum mampu menyerap tenaga kerja, utamanya industri padat karya,” ujar Rizal dalam diskusi publik berjudul “100 Hari Asta Cita Ekonomi, Memuaskan?” yang digelar Indef secara daring, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga
Pengangguran Usia 15-25 Tahun Tembus 9,9 Juta, Ini Risikonya
Karena itu, menurut Rizal, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada industri padat karya untuk mengurangi angka pengangguran yang masih mencatatkan tren peningkatan. “Pemerintah seyogianya menilik industri padat karya ini, selain industri padat modal,” kata dia.
Rizal Taufikurahman mengungkapkan, selain harus membuka lapangan pekerjaan baru, pemerintah perlu memperkuat sektor industri yang sudah ada dengan mendorong peningkatan kapasitas serta produktivitasnya.
Baca Juga
Pendekatan Kultural Jadi Ujung Tombak Upaya Pengentasan Kemiskinan
Tantangan pemerintah, kata Rizal, adalah bagaimana menekan angka pengangguran dengan membuka lapangan usaha baru, sekaligus mempertahankan lapangan usaha yang sudah ada.
“Itu harus diperkuat dengan meningkatkan kapasitas dan produktivitas industri manufaktur. Pemerintah juga perlu mendorong industri-industri strategis,” tutur dia.

