Usahid: Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Turunkan Angka Pengangguran Terdidik
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 9,60% di tahun 2023. Universitas Sahid Jakarta (Usahid) menyoroti angka pengangguran terdidik tersebut dan menekankan pentingnya mewujudkan kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga ke dunia industri.
Rektor Usahid, Marlinda Irwanti Poernomo menyatakan, kerja sama dan kolaborasi dengan dunia industri harus ditingkatkan untuk menyiapkan para lulusan perguruan tinggi di dunia pekerjaan atau industri.
“Perkembangan digitalisasi sangat cepat, maka kerja sama dan kolaborasi dengan dunia industri harus ditingkatkan agar lulusan SMK, sekolah vokasi hingga perguruan tinggi siap kerja. Nah dengan adanya sertifikasi kompetensi dari lembaga pendidikan ini bisa mengurangi angka pengangguran terdidik tersebut,” ujar Marlinda kepada investortrust.id di lobby Universitas Sahid Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga
Orbit dan Usahid Jalin Kerja Sama untuk Wujudkan Lulusan Siap Kerja
Ia juga menyampaikan, kurikulum perguruan tinggi yang saat ini mengacu pada Permendikti Nomor 53/2023 dapat memudahkan D3 atau D4/S1 dalam percepatan kelulusan hingga mudahnya mencari pekerjaan.
“Kemudian magang atau program MBKM, ini menjadi penting karena mahasiswa yang mendapatkan teori di kampus bisa mempraktekkan serta mengimplementasikan (teori) di dunia industri, hal ini juga membantu jejaring atau networking. Jadi, selain mereka mempunyai ijazah mereka juga memiliki sertifikasi kompetensi yang bagus sehingga mereka mengembangkan dirinya di dunia usaha atau dunia industri,” jelas Marlinda.
Dari sisi beasiswa, Usahid telah menyiapkan kuota beasiswa sekitar 20% untuk lulusan SMA/SMK agar bisa berkuliah. “Terkait beasiswa sudah berjalan, kami menyediakan kuota beasiswa 20% untuk berkuliah di Usahid. Nantinya, kami juga ingin kerja sama dengan desa karena saat ini dana desa juga bisa untuk pendidikan, harapannya anak-anak setingkat atau lulusan SMA/SMK bisa berkuliah, toh sekarang tidak perlu hadir sudah bisa online,” pungkas Marlinda.

