Heboh Kunjungan Bos Apple dan Microsoft, Jangan Cuma Fokus ke Pengembangan IKN
JAKARTA, investortrust.id - Kunjungan pimpinan raksasa teknologi dunia ke Indonesia diharapkan tidak sekadar mendukung pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai kota cerdas atau smart city.
Seperti diketahui, pemerintah getol mendatangkan pimpinan raksasa teknologi dunia ke Tanah Air untuk membahas rencana kerja sama dan investasi, khususnya untuk pengembangan IKN Nusantara sebagai kota cerdas.
Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Corporation Satya Nadella rencananya akan menyambangi Indonesia pada pekan depan, tepatnya 30 April 2024. Kunjungan tersebut menyusul kedatangan Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook pada Rabu (17/4/2024) lalu.
Selain itu, pemerintah diketahui juga sedang "merayu" CEO Nvidia Corporation Jansen Huang untuk datang ke Indonesia. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kunjungan bos perusahaan yang fokus pada pengembangan chip untuk teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu.
Executive Director Indonesia Information and Communications Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan kunjungan pimpinan raksasa teknologi dunia ke Indonesia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pemerintah diminta untuk tidak hanya fokus pada pengembangan IKN Nusantara yang mengimplementasikan konsep kota cerdas berbasis teknologi.
"Kita harus mendorong untuk tidak hanya fokus di IKN Nusantara, tetapi juga bagaimana mereka memberikan kontribusinya, Perusahaan raksasa teknologi dunia itu harus didorong untuk membangun Indonesia sebagai smart nation atau bangsa cerdas," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust.id pada akhir pekan lalu.
Menurut Heru, Indonesia sudah seharusnya berperan sebagai hub teknologi dunia, alih-alih sekadar pasar bagi perusahaan teknologi dunia. Peran Indonesia sebagai hub teknologi dunia bisa dimulai dari peningkatan perannya dalam rantai pasok (supply chain) produk teknologi dan informasi, termasuk ponsel pintar.
"Setidaknya kalau tidak di kawasan Asia atau Asia Tenggara minimalnya. Karena apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Indonesia ini kan terdepan dalam hal masyarakatnya yang suka dengan teknologi baru," tuturnya.
Lebih lanjut, Heru menilai apa yang terjadi saat ini merupakan anomali. Perusahaan teknologi dunia lebih memilih untuk bekerjasama dan berinvestasi di negara-negara yang pasarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia.
Anomali tersebut paling mencolok pada industri manufaktur ponsel pintar yang mana Indonesia kalah telak dari Vietnam. Selain Apple, Vietnam juga berhasil menyedot investasi jumbo dari dua raksasa teknologi Korea Selatan LG Electronics dan Samsung Electronics.
"Ini kan anomali, ketika pengguna ponsel kita besar dan banyak, justru yang mendapatkan manfaatnya itu negara seperti Vietnam yang pasarnya tidak sebesar Indonesia. Masyarakatnya juga tidak seantusias orang Indonesia ketika ada teknologi baru diluncurkan," tegasnya.
Baca Juga
Jangan Ada Pilih Kasih, Apple Didesak Segera Bangun Pabrik di Indonesia
Bukan Hanya di IKN
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan investasi Microsoft di Indonesia tidak sebatas pada pengembangan IKN Nusantara sebagai kota cerdas. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu rencananya akan menanamkan modal lebih dari Rp 14 triliun di Indonesia.
"Ada itu (investasinya), lebih gede (dari Rp 14 triliun). Macam-macam (tujuannya), nanti mereka (Microsoft) yang menjelaskan, salah satunya bagaimana (pengembangan) SDM (sumber daya manusia)," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (19/4/2024).
Kunjungan Satya Nadella merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Otorita IKN Nusantara (OIKN) dengan Microsoft akhir tahun lalu.
Kedua belah pihak melakukan penandatanganan MoU kerjasama pengembangan IKN Nusantara sebagai kota cerdas. Penandatanganan dilakukan di San Francisco, California, Amerika Serikat jelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).
Bukan hanya dengan Microsoft, sejumlah perusahaan teknologi dunia juga sudah meneken MoU kerja sama untuk pengembangan IKN Nusantara sebagai kota cerdas. Sebelumnya MoU juga diteken dengan Cisco, ESRI dan Autodesk.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan kerja sama dan investasi perusahaan teknologi dunia ke Indonesia.
"Semua big player IT [Information and Technology] dunia ada di Indonesia. Ini mencakup industrinya juga," katanya melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (18/4/2024) lalu.
Khusus untuk Apple, Luhut menyatakan bahwa perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs itu akan berinvestasi dengan jumlah besar di Indonesia, termasuk ikut serta dalam pengembangan IKN Nusantara sebagai kota cerdas.
Adapun, investasi Apple di Indonesia sejauh ini adalah membangun Apple Academy untuk pelatihan pengembangan perangkat lunak di Batam, Tangerang, Surabaya, dan Bali
"Mereka juga tertarik dengan pusat AI [artificial intelligence/kecerdasan buatan] di Bali dan di Solo. Dia [Apple] juga melihat itu suatu peluang untuk mereka melakukan investasi. Dengan hilirisasi dan raw material [material mentah] yang kita miliki, mereka melihat Indonesia sebagai negara yang sangat baik," ujarnya.
Merespon rencana tersebut, Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta dirinya untuk menyiapkan sejumlah fasilitas, khususnya insentif. Dia menegaskan Indonesia bisa saja memberikan insentif lebih besar dibandingkan negara-negara lainnya bagi perusahaan teknologi yang ingin menanamkan modalnya.
"Kita bisa memberikan fasilitas yang sama. Jika Apple bisa mendapat dua insentif saat berinvestasi di India atau China, pemerintah Indonesia bisa memberikan dua koma sekian insentif kepada Apple jika berinvestasi ke Indonesia," tegasnya.
Baca Juga
CEO Apple Bertemu Prabowo, CEO Microsoft Mau Investasi Rp 14 Triliun Lebih di Indonesia

