Setelah Bos Apple dan Microsoft, Giliran Elon Musk yang Dilobi untuk Datang ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah masih berambisi mendatangkan para bos raksasa teknologi dunia. Setelah Chief Executive Officer (CEO) Apple Inc Tim Cook dan CEO Microsoft Corpn Satya Nadella, pemerintah berencana mendatangkan CEO Tesla Inc, Elon Musk.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi mengatakan, pemerintah masih berupaya mendatangkan Elon Musk ke Tanah Air.
Walaupun demikian, dia belum bisa memastikan apakah bos Tesla itu akan mengikuti jejak Cook dan Nadella yang belum lama ini berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden Jokowi.
Baca Juga
"Ya ditunggulah, beliau kan sibuk. Lagi dilobi supaya [Elon Musk] datang [ke Indonesia]," kata Menkominfo ketika ditemui di Indonesia Digital Test House (IDTH), Depok, Jawa Barat, Kamis (2/5/2024).
Budi Arie mengakui, selain Musk, pemerintah sedang melobi CEO NVIDIA Corp, Jensen Huang agar mau bertandang ke Indonesia menemui Jokowi. Pertemuan Huang dan Jokowi diharapkan berlangsung tahun ini sebelum pergantian pemerintahan.
Dia menjelaskan, jika Musk bertemu Jokowi, hal yang akan dibahas di antaranya rencana investasi perusahaan-perusahaan besutannya di Indonesia. Tidak hanya Tesla yang memproduksi kendaraan listrik, tetapi juga perusahaan transportasi luar angkasa SpaceX Corp dan media sosial X.
Pada saat kunjungan Jokowi ke pusat operasional Space X di Boca Chica, Amerika Serikat (AS) pada 14 Mei 2022, Musk sempat mengungkapkan ketertarikannya terhadap Indonesia.
Dia menilai Indonesia terlihat sangat optimistis terhadap masa depan dan memiliki energi positif.
“Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan Space X akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya mengutip keterangan resmi Sekretariat Kabinet (Setkab).
Musk juga menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Indonesia mengingat Indonesia memiliki potensi di banyak bidang.
“Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan,” tutur dia.
Salah satu bisnis milik Musk, yakni Starlink dalam waktu dekat akan beroperasi di Indonesia. Layanan internet berbasis satelit orbit rendah (low earth orbit/LEO) itu dipastikan akan memulai uji coba operasionalnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada pertengahan Mei 2024.
Uji coba tersebut dilakukan di tengah pro dan kontra, termasuk kekhawatiran adanya ancaman terhadap kedaulatan siber negara yang diungkapkan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI).
Kekhawatiran tersebut cukup beralasan mengingat Starlink mengadopsi teknologi Inter Satellite Link (ISL) yang memungkinkan seluruh data telekomunikasi langsung masuk dan dikontrol di AS.
"Itu kan baru studi, baru riset, tinggal kita ujicoba saja nanti," tegas Menkominfo.
Baca Juga
Elon Musk Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman atas Pelanggaran Kontrak
Menurut Budi Arie, tidak ada sesuatu yang dapat mengancam kedaulatan siber negara. Sebab, untuk mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) sebagai syarat ujicoba Starlink harus membangun stasiun bumi atau ground segment di Tanah Air.
Salah satu stasiun bumi milik Starlink diketahui sudah dibangun di Karawang, Jawa Barat. "Ya,salah satunya, ada banyak (stasiun bumi Starlink). Jumlahnya nanti kita lihat ya," ungkapnya.

