Bagikan

Mendag: Gempuran Furnitur Impor Harus Dilawan dengan Peningkatan Daya Saing

JAKARTA, investortrust.id - Impor produk furnitur (mebel) pada 2024 meningkat sebanyak 16% jika dibandingkan dengan 2023 pada periode Januari hingga Oktober. Hal tersebut pun dikeluhkan oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indoneia (Asmindo). Banjir produk impor harus dilawan dengan peningkatan daya saing.

“Gempuran furnitur impor itu bisa diatasi dengan meningkatkan daya saing dari produk-produk mebel yang diproduksi di dalam negeri. "Ya makanya tadi kita sampaikan dengan Asmindo juga, kita itu harus punya daya saing," ucap , Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).

Oleh sebab itu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag tersebut meminta para pelaku usaha di bidang furnitur dan kerajinan dapat meningkatkan daya saing berupa kualitas hingga desain yang bisa menarik pasar dalam negeri.

“Satu-satunya yang paling bisa dilakukan adalah daya saing. Kalau kita mempunyai daya saing ya produk asing enggak akan masuk. Nah itu yang kita sepakat dengan teman-teman pelaku usaha bahwa kita akan meningkatkan daya saing itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat mengungkapkan, produk furnitur Indonesia masih kalah di pasar dalam negeri sendiri, terutama dari produk China dan Vietnam. Salah satu penyebabnya, Indonesia belum bisa menghasilkan produk massal dengan harga terjangkau.

"Kalau China, Vietnam itu kan banyak mass product yang udah murah-murah. Kalau kita belum nih. Nah ini makanya kita harus belajar," beber Dedy.

Baca Juga

Kemenperin Sita 47.350 Unit Produk Impor Tak SNI, Nilainya Capai Rp 5,09 Miliar

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024