Penerima Gas Murah (HGBT) Tetap 7 Subsektor Industri, tapi Alokasinya Bertambah
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengonfirmasi penerima manfaat program harga gas bumi tertentu (HGBT) alias gas murah tetap tujuh subsektor industri. Meski begitu, terdapat penambahan alokasi di program ini.
Yuliot menyebutkan, penambahan alokasi ini dilakukan karena banyak perusahaan yang mengajukan untuk menjadi penerima manfaat HGBT. Jumlah penerima HGBT di tahun 2024 adalah sebanyak 258 pelanggan dari tujuh subsektor industri.
“Lingkup yang tujuh subsektor itu tidak ada perubahan. Jadi sementara, karena yang mengajukan itu bertambah, jadi alokasinya ditambah, itu sesuai dengan jumlah perusahaannya,” ujar Yuliot saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Kendati demikian, Yuliot masih belum bisa menyebutkan berapa jumlah persisnya penambahan pelanggan atau perusahaan tersebut. Dia hanya bisa menyebutkan ketujuh subsektor yang bakal menerima HGBT di tahun 2025 adalah pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
Sementara itu, terkait dengan harga gas murah tersebut, Yuliot menyebut ada kenaikan dari yang sebelumnya US$ 6 per MMBTU. Nantinya, gas untuk bahan baku dipatok US$ 6,5 per MMBTU, sedangkan gas untuk energi (bahan bakar) diperkirakan US$ 7 per MMBTU.
“Untuk harga, ini sudah disampaikan sama Pak Menteri (ESDM) kan? Itu harga HGBT untuk bahan baku sekitar US$ 6,5 sementara yang untuk bahan bakar itu sekitar US$ 7,” ucap dia.
Baca Juga
Program HGBT Lanjut, Bahlil Ungkap Harga Gas Murah Naik dan Tidak Diperluas
Sebelum ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga HGBT ini karena sekarang harga gas dunia sedang naik. Dia pun menerangkan mengapa subsektor industri dalam program HGBT ini tidak diperluas.
“Pernah diminta (diperluas subsektornya sama Kemenperin) tetapi kita lagi menghitung antara produksi dan permintaan dalam negeri kita. Tujuh subektor sudah final,” sebut Bahlil.
Baca Juga
Bahlil Bocorkan 7 Subsektor Industri Tetap Dapat Manfaat Gas Murah (HGBT), Termasuk Petrokimia

