Bangun Pabrik, Pusri Raih Fasilitas Kredit Sindikasi 8 Bank Rp 9,32 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) memperoleh fasilitas kredit investasi Rp 9,32 triliun dari delapan bank sindikasi.
Delapan bank tersebut terdiri dari dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jabar Banten (BJB), dan Bank Sumsel Babel (BSB).
Adapun penandatanganan perjanjian fasilitas kredit investasi tersebut berlangsung belum lama ini di Jakarta. Dana ini akan digunakan Pusri untuk pembangunan Pabrik Pusri IIIB
Pusri menunjuk BNI & Bank Mandiri sebagai Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner (JMLAB) untuk selanjutnya bertindak sebagai Koordinator dalam pembentukan Fasiltas Kredit Sindikasi untuk pendanaan Proyek Pusri-IIIB.
Kedua Bank tersebut bertanggungjawab untuk berkoordinasi dengan bank lain dan bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (“MLA”) atau sebagai participant, memberikan data dan informasi yang terkait dengan rencana pembentukan kredit dan kondisi Pusri secara umum kepada bank lain. Pusri juga mengusulkan kepada JMLAB untuk menunjuk BCA & BRI sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) Pendanaan Sindikasi Proyek Pusri-IIIB.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyatakan bahwa Pupuk Indonesia dan anak usahanya memiliki komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian nasional.
Menurut Rahmad, revitalisasi Pusri 3B akan memanfaatkan teknologi produksi terbaru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kehandalan produksi pupuk.
“Kami menyambut baik para pihak bank BUMN maupun swasta yang berkomitmen mendanai proyek revitalisasi proyek ini. Dengan begitu, pabrik Pusri-III dan IV yang lama akan digantikan dengan pabrik Pusri 3B dengan teknologi baru. Sehingga dapat meningkatkan operational excellence,” demikian ungkap Rahmad dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, (17/10/2023).
Sementara Direktur Utama Pusri Tri Wahyudi Saleh, mengatakan, pabrik Pusri-IIIB akan dibangun di komplek PT Pusri, di Palembang, dengan teknologi low energy yang dapat membantu menghemat konsumsi gas bumi serta ramah lingkungan.
“Proyek revitalisasi pabrik Pusri-IIIB akan memiliki dampak positif pada perekonomian daerah dan nasional. Pasalnya, proyek ini akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah, serta membuka peluang ekonomi lainnya,” paparnya.
Kapasitas produksi Pabrik Pusri IIIB direncanakan sebesar 1.350 ton amonia per hari atau 445.500 ton per tahun dan untuk pupuk urea mencapai 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun. Dari sisi penggunaan energi, Pabrik Pusri IIIB lebih efisien karena rasio energi untuk memproduksi urea yaitu sebesar 21.97 MMBTU/ton sedangkan amonia 32.89 MMBTU/ton.
“Hadirnya Pabrik Pusri-IIIB ini sebagai komitmen kami untuk menjaga ketersediaan pupuk di seluruh wilayah tanggung jawab penyaluran pupuk Pusri. Serta dukungan kami dalam menjaga keberlanjutan industri yang handal dan berdaya saing untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional”, ungkap Tri Wahyudi Saleh.

