Ekspor Furnitur RI Meningkat 4,7% di 2024, Asmindo Kembali Gelar Pameran IFFINA Plus 2025
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indoneia (Asmindo) Dedy Rochimat, menyebutkan ekspor industri furnitur pada 2024 meningkat 4,7% dibandingkan 2023 atau year on year (yoy). Kondisi ini dinilai menjadi modal yang baik untuk menyongsong tahun 2025.
Namun di sisi lain pasar domestik menghadapi tantangan serius dengan meningkatnya produk furnitur impor. Data BPS menunjukkan impor furnitur meningkat hingga 16% dalam tahun yang sama, ditambah semakin banyaknya pameran produk furnitur impor di Indonesia yang membuat pasar pemain lokal makin terkikis.
“Kondisi ini semakin mempersempit ruang gerak bagi produk lokal kita,” ucap Dedy saat konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).
Oleh sebab itu, sebagai organisasi yang menaungi 90% anggota UKM sektor furnitur, Asmindo berharap ada keberpihakan dan dukungan nyata dari pemerintah untuk melindungi pasar domestik. Ia menginginkan adanya dukungan regulasi yang lebih kuat untuk mengontrol halus impor furnitur, termasuk memberikan prioritas kepada produk lokal dalam belanja pemerintah.
Baca Juga
Makin Berdaya Saing Global, Kemenperin Sebut Potensi Ekspor Furnitur Tembus Rp 18 Triliun
“Harapan dari para pelaku usaha, pemerintah dapat menyediakan insentif untuk menarik investor membangun pabrik yang mampu menghasilkan produk masal dan bahan baku pendukung misalnya: engsel dan rel laci di Indonesia, untuk kemudian bisa terjadi alih teknologi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian untuk memperkuat pasar ekspor sekaligus melindungi pasar domestik, Asmindo menggelar penyerenggaraan pameran IFFINA (International Furniture and Craft Fair) 2025. Tahun ini, IFFINA hadir kembali dengan branding baru, yaitu IFFINA Plus yang digelar di ICE BSD, Tangerang pada September 2025.
“IFFINA Plus bertujuan untuk memenuhi keuntungan pasar domestik dan internasional. Mendukung pertumbuhan ekspor, sekaligus membuka peluang besar bagi sektor proyek di Indonesia,” terang Dedy.

