Makin Berdaya Saing Global, Kemenperin Sebut Potensi Ekspor Furnitur Tembus Rp 18 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian menyebutkan industri kecil dan menengah (IKM) furnitur lokal memiliki peluang untuk dapat mengakses pasar global. Bahkan, terdapat potensi ekspor industri furnitur dalam negeri sebesar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 18 Triliun.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, Pameran IFFINA – Indonesia Meubel & Design Expo 2024 menjadi peluang baik bagi IKM untuk dapat menembus pasar ekspor karena ajang tersebut banyak dikunjungi buyer potensial dari kalangan internasional.
“Potensi ekspor produk furnitur dalam negeri cukup besar mengacu pada data kinerja ekspor industri furnitur dalam negeri yang mencapai angka US$ 2,11 miliar pada tahun 2023, dan telah mencapai angka US$ 1,2 miliar pada periode Januari hingga Juli 2024,” ucap Reni dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
Pasar Eropa dan AS Stagnan, Kemendag Lirik Potensi Ekspor ke Afrika dan Timur Tengah
Oleh sebab itu, Kemenperin mendorong pelaku industri furnitur dalam negeri agar terus mengembangkan potensinya dalam menyongsong persaingan pasar yang semakin luas.
Reni menilai, beragam jenis produk dengan kualitas tinggi, desain menarik dan fungsional, serta bahan baku inovatif menjadi hal mendasar yang kini harus dikuasai oleh pelaku industri furnitur di tanah air.
"Berbagai inovasi yang dihasilkan oleh para pelaku IKM furnitur, khususnya yang telah mampu mengimplementasi perkembangan produk furnitur global, menjadi acuan dan inspirasi bagi para pelaku IKM yang masih bersifat konservatif dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan perkembangan tren pasar dan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.
Baca Juga
48 Negara Berpartisipasi di Ajang Bali International Air Show 2024
Ia pun menegaskan, pihaknya senantiasa mendukung pengembangan pelaku IKM furnitur lokal agar bisa lebih berdaya saing global. Langkah strategis yang telah dijalankan, antara lain melalui pelaksanaan bimbingan teknis produksi, restrukturisasi mesin dan peralatan, pengembangan sentra IKM, serta fasilitasi mesin dan peralatan.
“IKM binaan yang telah memiliki kualitas dan daya saing akan mendapatkan fasilitasi akses pemasaran melalui partisipasi pameran, baik dalam maupun luar negeri, yang salah satunya melalui Pameran IFFINA – Indonesia Meubel & Design Expo 2024,” tandas Reni.
Diketahui, IFFINA melibatkan produsen, supplier, perajin, desainer dan stakeholder lainnya di industri furnitur dan kerajinan. Pameran ini diselenggarakan pada 14 – 17 September 2024 di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD tersebut mengusung tema “An Unmissable Stop of Furniture Event Circle” dengan slogan “Sustainable by Design.”

