Kementerian UMKM Dorong Kantin Sekolah Terlibat di Program MBG
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peran penting dari kantin sekolah untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dianggap dapat menjadi solusi peningkatan pendapatan bagi sejumlah pengelola kantin sekolah.
Staf Ahli Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Kementerian UMKM, Yulius menyebut perlu adanya sosialisasi yang tepat untuk menjawab masalah tersebut. Hal ini juga dapat menghindari dugaan monopoli, sekaligus mendorong kantin sekolah untuk menjadi pemasok MBG.
"Solusinya mereka harus diajak dan terlibat dalam program tersebut. Sehingga barang-barang dia (kantin) masuk, karena kantin dan lain-lain itu sebenarnya UMKM," kata Yulius di kantor investortrust.id, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Yulius menyebut Kementerian UMKM sangat terbuka untuk melakukan pembinaan kepada para UMKM agar bisa terlibat dalam program MBG. Selain memberikan bantuan skema pembiayaan lewat Badan Gizi Nasional (BGN), pembinaan ini turut memudahkan dalam soal pemantauan bahan baku yang didistribusikan.
Staf Ahli Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Kementerian UMKM, Yulius menyebut perlu adanya sosialisasi yang tepat untuk menjawab masalah tersebut. Hal ini juga dapat menghindari dugaan monopoli, sekaligus mendorong kantin sekolah untuk menjadi pemasok MBG.
"Solusinya mereka harus diajak dan terlibat dalam program tersebut. Sehingga barang-barang dia (kantin) masuk, karena kantin dan lain-lain itu sebenarnya UMKM," kata Yulius di kantor investortrust.id, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Yulius menyebut Kementerian UMKM sangat terbuka untuk melakukan pembinaan kepada para UMKM agar bisa terlibat dalam program MBG. Selain memberikan bantuan skema pembiayaan lewat Badan Gizi Nasional (BGN), pembinaan ini turut memudahkan dalam soal pemantauan bahan baku yang didistribusikan.
"Jika melihat datanya, BGN sudah menyalurkan 1.542 unit, dan kerja samanya pihak ketiga mencapai 3.458 unit, nah inilah yang harus kita dorong," sambung Yulius.
"Pendampingan ini jelas bukan hanya sekedar pelatihan, tapi mendampingi mereka supaya barang yang mereka dibuat itu juga berkualitas, lalu (dapat) bekerja sama dengan BPOM dan lain-lain," tegasnya.
Yulius menyebut rencana itu diharapkan dapat menjadi solusi agar para pedagang di kantin sekolah tidak sepi pembeli karena para siswa sudah mendapatkan porsi MBG dari pemerintah.
Dia tidak menampik bahwa kejadian ini dapat menjadi masukan untuk memperkuat UMKM lewat program MBG. Terlebih masalah tersebut baru muncul setelah program tersebut berjalan beberapa minggu.
"Peristiwa ini belum muncul sebelumnya, tapi sekarang muncul, jadi kita harus perkuat dan pastikan program ini dilakukan oleh UMKM." tandasnya. (C-13)

