Rapor 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Kebijakan Bahlil soal Pembangkit Listrik Jadi Sorotan
JAKARTA, investortrust.id - Center of Economic and Law Studies (Celios) menyoroti kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia selama 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya terkait pengembangan pembangkit listrik.
Pada saat G20 di Brasil beberapa waktu lalu, Prabowo ingin mendorong pembangkit energi terbarukan 71 gigawatt (GW) dan mempensiunkan PLTU batu bara. Namun, langkah yang dilakukan Bahlil dinilai memunculkan energi problematis.
“Misalnya mendorong pembangkit listrik gas. Jadi kalau melihat rencana-rencana teknis yang disampaikan, itu mendorong energi yang masih mengandalkan fosil,” kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dalam konferensi pers "Rapor 100 Hari Prabowo-Gibran", Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
Bahlil "Pede" Kejar Target Bauran EBT Setelah Peresmian 26 Pembangkit Listrik
Bukan hanya itu, Bhima menerangkan bahwa sampai hari ini belum ada daftar PLTU batu bara yang bakal disuntik mati pada 2025. Menurutnya, ini harus segera dibuat kejelasan.
“Semua menunggu, apakah pensiun PLTU batu bara ini rencana serius, atau hanya sekadar mencerminkan Indonesia pro-transisi energi. Jadi sampai sekarang belum ada kejelasan ke sana. Bahkan dari beberapa program strategis ketenagalistrikan itu masih membangun PLTU baru,” ungkap dia.
Baca Juga
Bahlil Sebut 26 Pembangkit Listrik yang Diresmikan Mayoritas Energi Bersih
Lebih lanjut, Celios menyoroti rencana pemerintah yang ingin mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Pemerintah telah menargetkan punya PLTN berkapasitas 250 megawatt (MW) pada 2032.
“Nuklir itu biayanya mahal, bahkan Jepang sudah meninggalkan banyak sekali pembangkit nuklir pasca-Fukushima. Indonesia justru sedang bersemangat mengembangkan energi nuklir. Sudah mahal, risiko lingkungan, keselamatan masyarakat itu juga sangat tinggi,” kata Bhima.
Mengacu berbagai kebijakan tersebut, mantan Menteri Investasi itu pun mendapat rapor merah dari Celios.

