Bangun 386 Rumah MBR di Kendal, Asatu Corp Targetkan Rampung 2027
KENDAL, investortrust.id - Salah satu pengembang berbasis di Jawa Tengah (Jateng), PT Asatu Realty Asri (Asatu Corp) tengah membangun perumahan subsidi Bumi Svarga Asri bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 386 unit senilai Rp 10 miliar.
Direktur Asatu Corp Yudi Irawan mengatakan, pembangunan perumahan ini ditargetkan rampung 2027 setelah dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 23 Juli 2024 lalu. "(Target) kita maunya 2 tahun selesai, tetapi melihat kondisi ekonominya juga," kata Yudi saat ditemui di Bumi Svarga Asri, Kendal, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2025).
Dia memaparkan, perumahan ini berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektare (ha). Lahan itu diperoleh dari pelelangan melalui Badan Bank Tanah. ''Di sini ada 386 (rumah subsidi), saat ini sudah terbangun 90 (rumah). (Total luas lahan) 4,2 hektare. (investasinya) Ini mungkin sekitar Rp 10 miliar,'' kata Yudi
Ia menambahkan, harga jual per unit berkisar Rp 155-Rp 166 juta dan sudah difasilitasi kredit pemilikan rumah (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
''Harga FLPP untuk selain Jabodetabek itu Rp 166 juta per unit. (Sudah termasuk tanah bangunan?) Sudah semua. Benefit bunga 5% flat, ada bantuan uang muka dari pemerintah Rp 4 juta, terus ada bantuan administrasi, tidak ada PPN, dan asuransi gratis. Misalnya, yang bersangkutan meninggal, langsung otomatis lunas,'' terang Yudi.
Yudi mengungkapkan, kendala pemukiman MBR ini tinggal menunggu infrastruktur kelistrikan. Adapun daya listrik per unit rumah berkapasitas 1.300 kilowatt hours (kWh).
''Kendalanya di listrik, ketersediaan trafo itu kadang terlambat. Kita sudah mengajukan permohonan, MoM (minutes of meeting) dengan mereka (PLN), sudah ok semuanya, struk pembayaran juga sudah muncul. Tinggal menunggu ketersediaan trafo (listrik),'' ucap dia.
Lebih lanjut, Asatu Corp juga bersinergi bersama Kementerian PUPR periode 2014-2024, Kementerian ATR/BPN, Badan Bank Tanah, BP Tapera, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah.
Di sisi lain, Afid (51), pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, memberikan respons positif setelah 1 bulan tinggal di perumahan Bumi Svarga Asri bersama dua anaknya. ''Nyaman, tempatnya asri, enggak terlalu ramai. (Berapa kali cicilannya?) Cicilan 15 tahun,'' tutur Afid.

