Anindya Bakrie Bicara Misi Mulia Kadin di World Economic Forum 2025
Editor | Fajar Widhiyanto
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, membagikan rencana organisasi yang ia pimpin dalam acara World Economic Forum (WEF) 2025, yang akan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20-25 Januari di Davos-Klosters, Swiss.
Kepada awak media, Anindya membenarkan rencana Kadin untuk menghadiri acara tersebut. Ia juga membeberkan misi mulia yang ingin Kadin boyong ke sana.
"Ya (akan hadir), jadi di WEF kami sudah berpartisipasi lebih dari 10 tahun setiap tahunnya. Misinya adalah satu, Indonesia itu open for business," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Kepada awak media, Anindya membenarkan rencana Kadin untuk menghadiri acara tersebut. Ia juga membeberkan misi mulia yang ingin Kadin boyong ke sana.
"Ya (akan hadir), jadi di WEF kami sudah berpartisipasi lebih dari 10 tahun setiap tahunnya. Misinya adalah satu, Indonesia itu open for business," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
"Jadi kita terbuka sekali untuk investasi dan akan melakukan apapun untuk mempermudah iklim investasi." sambungnya
Selanjutnya, Kadin juga ingin mempertegas posisi Indonesia yang siap untuk berdagang. "Baik dari sisi ekspor, kita ingin tingkatkan, membuka akses pasar. Dan ini juga yang ketiga, membangun industri dalam negeri," katanya.
Ketua Kadin menyebut investasi ataupun perdagangan tujuannya semata-mata untuk memperkuat industri dalam negeri. Selain itu, kehadiran Kadin di WEF 2025 sekaligus untuk mempromosikan pariwisata di Tanah Air.
"Dan kita juga terus ingin mempromosikan sampai kepada turisme ke Davos. Karena di sana tempat pemimpin dunia, terutama bisnis dan juga politik itu hadir," jelas Anindya.
Sebelumnya, Kadin melakukan audiensi dengan Dubes Pakistan untuk Indonesia, HE Ameer Khurram Rathore. Pada pertemuannya itu Kadin turut membahas peluang investasi dan ekspor Indonesia ke Pakistan.
Meski sama-sama negara berkembang, Anindya menilai kedua negara tidak hanya berpeluang meningkatkan ekonomi masing-masing, tapi juga persahabatan perdagangan.
"Ini saya rasa sangat penting karena Indonesia selalu mencari akses pasar baru. Bukan saja China, Amerika, tapi juga akses pasar baru. Dan Pakistan itu salah satu yang kita sangat monitor dan ingin kembangkan. Jadi ini bukan hanya baik, bukan untuk pemain besar saja, tapi juga pemain menengah, bahkan UMKM," ungkapnya. (C-13)
