Dukung Swasembada, Bapanas Akan Optimalkan Serapan dan Kualitas Beras Dalam Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi akan mengoptimalkan serapan dan kualitas beras dalam negeri saat panen raya untuk mendukung semangat swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Arief mengatakan proses panen raya akan berlangsung 2-3 bulan mendatang.
“Panen raya merupakan momentum strategis untuk memperkuat stok pangan nasional. Oleh karena itu, Bulog harus dapat memaksimalkan serapan hasil panen petani dalam negeri di masa panen raya, tentunya dengan tetap menjaga kualitas beras yang diterima agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, terutama menyangkut kadar air,” ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga
Prabowo Putuskan Tidak Impor Beras, Jagung, Gula Konsumsi, dan Garam
Arief mengatakan keberhasilan penyerapan beras domestik tidak hanya berdampak pada penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang berkualitas. Lebih dari itu, penyerapan beras dalam negeri juga menjadi langkah konkret mendukung kesejahteraan petani.
"Apalagi kita mau stop impor beras di 2025 ini. Jadi sangat penting Bulog menjaga kualitas gabah dan beras. Kadar air harus benar-benar dijaga. Ini demi untuk kualitas. Kita harus cek itu benar-benar," kata dia.
Arief mengatakan, saat rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 30 Desember 2024 lalu, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dari Rp 6.000 per kg menjadi Rp 6.500 per kg.
Upaya Bulog dalam melaksanakan pengadaan setara beras yang bersumber dari panen petani lokal pada 2024 telah menorehkan capaian yang impresif. Selama 2022, pengadaan setara beras dalam negeri masih berkisar di angka 994 ribu ton. Kemudian di 2023 mengalami kenaikan hingga 1,066 juta ton.
Baca Juga
Zulhas Bakal Usul ke Prabowo Tambah Cadangan Beras dan Jagung, Ini Perinciannya
Data terkini, sepanjang 2024 angka pengadaan setara beras telah melejit 26,7% lebih banyak dibandingkan 2 tahun lalu, hingga tercapai 1,26 juta ton. Capaian itu terdiri dari CBP sebesar 831.000 ton dan beras komersial sebanyak 434.000 ton.

