ATR/BPN Siapkan Lahan Seluas 209 Ribu Ha untuk Ketahanan Pangan 2025
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan menyiapkan lahan seluas 209.780 hektare (ha) dan 80.000 ha untuk kawasan permukiman di tahun 2025 mendatang.
“Untuk tanah terlantar potensinya di tahun 2024 itu adalah 856.000 hektare. Yang bisa dicanangkan untuk ketahanan pangan itu sekitar 209.780 hektare. Kalau untuk pemukiman sekitar 80.000 hektare lah,” kata Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid saat konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 triliun untuk menggenjot infrastruktur penyokong ketahanan pangan di 2025 mendatang.
“Ya, itu fokusnya ketahanan pangan, kan maju itu (targetnya) dari 2027 ke 2025. (Berapa anggaran yang disiapkan?) Kalau dari kita (Kementerian PU) sekitar Rp 12 triliun,” ungkap Menteri PU, Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) lalu.
Baca Juga
Demi Kedaulatan Pangan, Golkar Dukung Food Estate di Merauke
Sebelumnya, pemerintah menargetkan tambahan luas tanam sekitar 2,3 juta ha di 2025 mendatang. Hal ini merupakan program kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk percepatan pencapaian swasembada pangan melalui dukungan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA).
Rapat koordinasi dilaksanakan antara Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2024) lalu.
“Dari awal kami sampaikan, Kementerian PU ini tukangnya, kita menyiapkan air irigasinya, Kementerian Pertanian yang menyiapkan sarana produksinya,” kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/12/2024).
Rapat koordinasi ini, tambah Mentan Amran, guna menindaklanjuti program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto melalui program-program Kementan seperti cetak sawah, optimasi lahan (Oplah), dan revitalisasi sistem irigasi.
Direktur Jenderal SDA Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia turut menerangkan, pihaknya akan melakukan peningkatan luas tanam melalui optimalisasi indeks pertanaman (IP) salah satunya dengan penyediaan air irigasi dari bendungan eksisting dengan target seluas 8.994 ha di 2025 mendatang.
Baca Juga
Kadin Indonesia Berharap Rencana EBT Tak Usik Ketersediaan Ketahanan Pangan
Tidak hanya itu, lanjut dia, peningkatan luas tanam yang dilakukan di daerah irigasi (DI) dari bendungan baru juga ditargetkan seluas 222.717 ha, rehabilitasi DI yang dikelola pemerintah pusat (74.778 ha), rehabilitasi DI Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui Dana Alokasi Khusus (43.975 ha), rehabilitasi DI desa/masyarakat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) seluas 133.100 ha.
“Penambahan luas sawah di daerah irigasi ini sudah diverifikasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS). Sehingga total 483.564 ha penambahan luas tanam di daerah irigasi yang ditargetkan oleh Ditjen SDA pada tahun 2025,” kata Dirjen Bob.
Selain itu, penambahan luas tanam juga dilakukan melalui dukungan terhadap Oplah dan pompanisasi. “Angka ini bertambah bila digabungkan dengan target penambahan luas tanam melalui dukungan terhadap Oplah seluas 851.017 ha dan melalui pompanisasi seluas 1 juta ha. Total penambahan luas tanam yang ditargetkan oleh Ditjen SDA pada tahun 2025 adalah seluas 2.334.580 ha,” tutup Bob.

