Rekor Tertinggi, Inalum Catat Kinerja Produksi Capai 265.546 Kilo Ton
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Grup BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berhasil mencapai produksi rekor tertinggi (all time high/ATH) sebesar 265.546 kilo ton (kT) per 22 desember 2024.
Direktur Utama INALUM Ilhamsyah Mahendra mengatakan, selain kinerja produksi yang mencapai ATH, penjualan aluminium Inalum juga mencapai level tertinggi sebesar 263.195 metrik ton (MT) yang merupakan rekor tertinggi sejak 2013 di level 260.651 MT.
"Pencapaian itu merupakan dampak positif dari langkah strategis perseroan dalam mendorong produksi dan penjualan guna mengkapitalisasi pasar domestik, dan mampu membantu mewujudkan swasembada alumunium dari mineral dalam negeri," kata Ilhamsyah dalam keterangan resminya, Sabtu (28/12/2024).
Tak hanya itu, Ilhamsyah sangat bersykur bahwa langkah strategis yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan dampak positif pada kinerja perusahaan. “Kami akan berupaya konsisten melanjukan inisiatif yang telah dicanangkan agar mampu melesat lebih tangguh lagi di masa depan,” ucap dia.
Baca Juga
Ia juga memaparkan kapasitas produksi Inalum mencapai 275.000 ton per 2024. Dengan Pot Upgrading dan Pot Optimalization, kapasitas produksi Inalum bisa sampai 300.000 ton di 2025-2026.
Di mana Inalum berencana untuk ekspansi smelter kedua dengan kapasitas 600.000 ton aluminium, dan smelter ketiga dengan kapasitas 600.000 ton sehingga total kapasitas produksi aluminium mencapai 1,5 juta ton dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. "Dengan langkah ini, Inalum berupaya untuk mencukupi kebutuhan pasar aluminium domestik yang mencapai 1 juta hingga 1,2 juta ton dengan pertumbuhan pasar 3% sampai 5% per tahun," tuturnya.
Baca Juga
Di samping itu, permintaan aluminium global masih mengalami defisit pasokan sebesar 3 juta sampai 5 juta, sehingga menjadi kesempatan sangat baik untuk seluruh produksi aluminium global termasuk Inalum.
“Kami akan mengkapitalisasi kesempatan ini sebaik mungkin. Tidak hanya untuk mencukupi pasar domestik tetapi juga meningkatan penetrasi pasar global, sehingga konsisten dapat melanjutkan kinerja terbaik ini di tahun-tahun berikutnya,” ujar dia.

