Inalum Bukukan Pendapatan US$ 716 Juta di 2024, Produksi Capai 274.230 Ton
JAKARTA, investortrust.id - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membukukan pendapatan sebesar US$ 716,9 juta (setara Rp11.683 triliun dengan kurs Rp16.300 per dolar AS), dengan EBITDA mencapai US$ 179,2 juta dan laba bersih US$ 123,7 juta. Total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 2,47 miliar. Kinerja tersebut turut didukung tata kelola perusahaan yang kuat. Capaian KPI Direksi sebesar 90,17% dan kehadiran Dewan Komisaris 100% menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas. Inalum juga meraih skor ACGS sebesar 81,01%, melampaui standar minimum penilaian.
“Kinerja ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat posisi Inalum sebagai pemain utama hilirisasi aluminium nasional. Kami terus fokus menjaga produktivitas sekaligus membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, Selasa (17/6/2025).
Kontribusi kepada negara juga terus ditingkatkan. Inalum menyetor pajak dan kewajiban non-pajak sebesar US$ 70,9 juta, serta merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp 28,09 miliar. Nilai Social Return on Investment (SROI) dari program tersebut mencapai 1:8, mencakup bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.
SROI adalah kerangka kerja pengukuran dampak sosial yang digunakan untuk memahami, mengukur, dan mengomunikasikan nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah program dibandingkan dengan investasi yang dilakukan.Tingkat SROI 1:8 berarti bahwa setiap 1 unit modal yang diinvestasikan menghasilkan nilai sosial sebesar 8 unit modal.
Baca Juga
Direksi dan Komisaris Inalum Dirombak, Ilhamsyah Mahendra hingga Ahmad Erani Diganti
Dari sisi operasional, produksi aluminium Inalum mencapai 274.230 ton, naik 27,61% dibanding tahun sebelumnya. Volume penjualan juga tumbuh 25,55% menjadi 276.381 ton, mencerminkan kinerja operasional yang semakin efisien dan daya saing yang meningkat di tengah fluktuasi harga komoditas global.
“Dengan dukungan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, Inalum optimistis menjadi penggerak utama industri aluminium nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ucap Melati.
Dalam mendukung target penurunan emisi nasional, Inalum berhasil menurunkan emisi karbon hingga 73.364 ton CO2 ekuivalen dan menanam 200.000 pohon di sekitar wilayah operasional.
Inalum kini fokus mempercepat hilirisasi melalui proyek strategis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini diharapkan memperkuat rantai pasok aluminium nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku.

