Bangun SDM yang Cakap Digital Jadi Prioritas Pemerintah Menuju Indonesia Maju
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut, membangun sumber daya manusia (SDM) yang cakap digital merupakan hal yang penting untuk menyongsong Indonesia Maju. Sebab, Indonesia perlu meningkatkan kualitas masyarakatnya di era transformasi digital.
“Setelah mendorong konektivitas, kemudian membangun sejumlah data center yang menjadi program prioritas pemerintah, pembangunan sumber daya manusia yang cakap digital itu sama pentingnya dengan membangun konektivitas infrastrukturnya,” kata Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, di The Ritz Carlton Jakarta, Senin (18/12/2023).
Nezar menilai, infrastruktur yang bagus tanpa adanya SDM yang berkualitas akan menyebabkan banyak kekacauan. Maka dari itu, kecakapan digital masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan.
Baca Juga
RI Masih Butuh 9 Juta Talenta Digital untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital
Nezar menyebut Kemenkominfo sendiri punya sejumlah program literasi digital. Saat ini sudah mencapai 22 juta orang selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini program itu berjalan.
“Kemudian kita punya yang namanya Digital Talent Scholarship yang memberikan beasiswa buat sejumlah generasi muda kita untuk bisa menguasai hal-hal yang spesifik dari keterampilan digital, misalnya yang masuk digital skill, penguasaan data sains, lalu mengerti apa itu cloud, AI, dan sebagainya,” papar Nezar.
Lebih lanjut Nezar menjelaskan, Kemenkominfo bekerja sama dengan sejumlah kampusinternasional untuk mendidik digital talent ini. Sebab, Indonesia butuh 9 juta talent digital untuk memperkuat ekonomi digital di tahun 2030.
Baca Juga
“Sekarang ini angka itu belum tercapai, baru sekitar 20% kurang lebih. Bahkan, tidak sampai 20%, sekitar 15-16% posisi saat ini, jadi masih butuh kerja yang cukup keras,” ujarnya.
Nezar Patria lalu menyebutkan program Kemenkominfo lainnya, yakni Digital Leadership, yaitu satu pendidikan yang lebih khusus buat mereka yang sudah mencapai C-Level. Baik yang ada di sektor pemerintah maupun swasta.
“Nah pendidikan ini sudah mencapai atau sudah menjangkau kurang lebih 1.000 orang selama 5 tahun terakhir dan hasilnya cukup positif. Saya kira itu di level yang segmen-segmen tertentu. Tetapi yang lebih masif yang sangat kita butuhkan saat ini adalah peningkatan digital skill di level masyarakat luas,” tandasnya. (CR-8)
