Bagikan

Kemenperin: Sektor Kimia, Farmasi dan Tekstil Tumbuh 4,2% di Triwulan III 2024



JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,2% secara kumulatif sampai dengan triwulan III 2024. Sektor IKFT juga memberikan kontribusi signikan terhadap industri manufaktur dan ekonomi nasional.

Plt. Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menyebutkan kontribusi yang disumbangkan IKFT terhadap pengolahan nonmigas dan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional cukup memiliki nilai signifikan.

“Sektor IKFT masih memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja industri pengolahan nonmigas dan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai masing-masing sebesar 22,46% dan 3,87% pada triwulan III-2024,” kata Reni dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12/2024).

Capaian sektor IKFT tersebut didukung sejumlah subsektor yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) secara year-on-year (yoy), industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,15% pada triwulan III-2024.

Subsektor lainnya yang juga mencatatkan pertumbuhan positif, yakni industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh sebesar 7,43% pada triwulan III-2024 (YoY). Meningkat dibandingkan periode triwulan I-2024 (2,64%), triwulan II-2024 (-0,03%), dan triwulan III-2023 (-2,96%).

Baca Juga

Gara-Gara Ini, Investasi Industri Petrokimia Rp 511 Triliun Terancam Gagal


Selanjutnya, industri karet, barang dari karet dan plastik, juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,46% pada triwulan III-2024. Pertumbuhan ini melampaui capaian pada triwulan I-2024 (-5,24%), triwulan II-2024 (2,13%), dan triwulan III-2023 (-4,34%).

Sementara itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional turut mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,08% pada triwulan III-2024.

“Namun demikian, walaupun secara makro kinerja sektor IKFT menunjukkan hasil positif, tetapi masih terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian, seperti kondisi ekonomi dan politik global yang belum stabil, tingginya gempuran impor produk jadi, sampai regulasi yang belum sepenuhnya mendukung sektor industri dalam negeri,” bebernya.

Oleh karena itu, Reni mengungkapkan bahwa Kemenperin fokus untuk memacu sektor industri manufaktur, termasuk sektor IKFT, untuk tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

 “Industri manufaktur masih menjadi sektor yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan mampu menjadi mesin penggerak utama (prime mover) perekonomian nasional,” terang Reni.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024