Tak Hanya di Sektor Perumahan, SMF juga Mendorong Pembiayaan UMKM
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memiliki misi utama yakni merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tidak hanya rumah atau homestay, SMF juga menggunakan dana program kemitraan untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya.
“Selain dengan program pembiayaan homestay, kita juga menggunakan dana program kemitraan atau bina lingkungan. Jadi temanya di SMF itu terkait dengan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) itu ada SMF-Care, SMF-Green, dan SMF-Smart,” kata Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Sarana Multigriya Finance (SMF), Arief Hidayat dalam seminar bertajuk “Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan UMKM” yang digelar investortrust.id di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Sebagai catatan, SMF melalui 3 tema program SMF-Care, SMF-Green, dan SMF-Smart terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM dan permodalannya, baik dari sisi pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dibina hingga bantuan-bantuan sosial lainnya.
Baca Juga
SMF Catat Penyerapan Anggaran Homestay Capai 65,78% dari Total Rp20 Miliar
Adapun program SMF yang mendukung UMKM yakni “Kampung Wirausaha SMF” yang membidik perseorangan atau badan usaha dengan memberikan fasilitas pemberian modal/peralatan usaha, pelatihan dan pengembangan skill, hingga pendampingan dan penguatan brand/produk.
“Program Kampung Wirausaha SMF di beberapa daerah yang potensinya bisa dibantu, sehingga produknya bisa ekspor. Kita juga berkolaborasi dengan LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor) untuk mendampingi para debitur agar produk-produk mereka bisa layak ekspor,” ujar Arief.
Arief juga menyampaikan beberapa UMKM yang selama ini telah dibina dan dibiayai oleh SMF, seperti Kelompok Wanita Tani Desa Gunung Malang Tenjolaya Kabupaten Bogor, UMKM Kulit Brizio Ortega di Desa Karangpawitan Kabupaten Garut, Seblak Teteh di Bandung, Kain Sasirangan di Kalimantan Selatan, Batik Tuli di Kabupaten Karawang, dan pengolahan daging lele fillet di Jakarta Selatan.
Baca Juga
Dukung UMKM Pariwisata, SMF Terus Gulirkan Program Homestay Bunga 3%
“Di sini ada beberapa contoh, salah satunya UMKM kulit Brizio Ortega. Jadi Garut itu banyak yang terkait dengan UMKM kulit, tapi mereka (pelaku usaha) bingung untuk memasarkannya seperti apa. Di sinilah SMF membantu dari modal usahanya hingga penamaan UMKM. ‘Ortega’ itu dari singkatan orang terkenal dari Garut, istilah yang dipakai ini untuk menguatkan brand-nya agar lebih menjual ke pasar,” jelas Arief.
Tak sampai di situ, SMF juga sudah mendampingi produk UMKM dari Kalimantan Selatan (Kain Sasirangan) yang hadir dalam Indonesia Batik Day di World Bank Amerika pada 3 Oktober 2023. Sedangkan untuk pengolahan daging lele fillet merupakan UMKM dari budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) Jakarta Selatan yang berkolaborasi bersama Jakpreneur dan sudah hadir di beberapa swalayan di Jakarta dan sekitarnya.

