Wamen BUMN Soroti ’Blank Spot’ CCTV di Tol Trans Jawa di Luar Jasa Marga
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo meminta para pelaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), khususnya yang mengelola jalan tol di pulau Jawa untuk melengkapi tiap ruas jalan tolnya dengan kamera CCTV. Langkah ini dibutuhkan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna jalan tol, terkait penyediaan informasi kemacetan, hingga rekayasa lalu lintas.
Hal ini disampaikan oleh Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko, saat mengunjungi Jasa Marga Tollroad Command Center, Jatiasih, Bekasi, Kamis (4/4/2024). “Mestinya BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) mewajibkan (pemasangan CCTV) harusnya,” kata Tiko.
Dalam paparan di ruang Command Center milik PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), disampaikan oleh manajemen JMTO bahwa seluruh ruas jalan tol yang dikelola oleh JMTO telah dilengkapi oleh kamera CCTV, yang sangat membantu upaya rekayasa lalu lintas pada periode-periode lalu lintas yang padat.
Sayangnya, tak semua ruas tol di Trans Jawa telah dilengkapi oleh kamera CCTV. “ Kalau kita zoom out ke Jawa, ada lajur yang CCTV-nya full, ada lajur yang blank nggak ada CCTV sama sekali.(Ruas tol yang blank, red) itu artinya bukan dikelola oleh Jasamarga,” demkian disampaikan manajemen JMTO saat memberikan paparan kepada Wamen BUMN dan para awak media. “Nah kami butuh dukungan dari Pak Wamen (untuk meminta BUJT melengkapi ruas tol dengan CCTV).
Baca Juga
Pastikan Arus Mudik Lancar, Kementerian BUMN Tinjau ‘Command Center’ Jasa Marga
Menurut manajemen JMTO, ada dua kemungkinan tak tersedianya data soal CCTV di ruas tol yang tak dikelola oleh Jasa Marga. Pertama, bisa jadi CCTV yang disediakan BUJT di luar jasa Marga memang belum sebanyak yang disediakan JMTO. “Atau yang kedua, mereka tidak terintegrasi dengan kami. API-nya tidak di-share ke kami. Jadi tidak bisa kami pantau,” demikian disampaikan manajemen JMTO.
Hal ini lah yang membuat pengumpulan informasi seputar jalan tol yang akan dikumpulkan dalam aplikasi Travoy milik Jasa Marga agak tersendat. Pasalnya manajemen JMTO harus melakukan koordinasi terlebih dahulul untuk mendapatkan informasi di ruas tol yang dikelola oleh BUJT lainnya.
Adapun ruas tol yang masih belum secara penuh dilengkapi kamera CCTV antara lain ruas tol Cipali dan Cisumdawu, yang masing-masing dikelola oleh BUJT Astra Tol Cipali (Lintas Marga Sedaya) dan PT Citra Karya Jabar Tol.
Sejatinya, kata Tiko, Pemerintah telah melempar ide untuk menjadikan JMTO sebagai pengelola seluruh ruas tol Trans Jawa. “Itu dulu memang ide yang belum sempat kita eksekusi, jadi mungkin butuh dukungan dari BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dalam konteks regulasinya,” kata Tiko. “Secara korporasi sebenarnya kita juga ingin menawarkan mereka bekerja sama dengan JMTO,”imbuhnya.
Baca Juga
Sambut Mudik Lebaran 2024, Jasa Marga Siapkan Sejumlah Layanan di Jalan Tol
Dengan mengikuti standar digitalisasi yang telah diterapkan oleh JMTO, termasuk penyediaan kamera CCTV, hal ini akan memudahkan para pengguna jalan tol dari ujung Barat – ke ujung Timur untuk mengetahui kondisi jalan yang akan mereka lalui.
“Dengan mengikuti standar digital tadi, termasuk alat-alat tadi, CCTV, radar, dengan standarnya JMTO, pengguna jalan bisa seamless dari ujung ke ujung menggunakan satu platform untuk memantau, dan memastikan layanan itu bisa didapatkan di satu platform,” ujar Tiko.

