Menteri Maman Soroti Akses Pembiayaan di Ekosistem Startup Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberikan sorotan terhadap tantangan besar yang dihadapi oleh ekosistem startup di Indonesia, khususnya dalam akses pembiayaan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022, sebesar 55,43% kebutuhan pembiayaan kewirausahaan di Indonesia, setara dengan Rp 1.519 triliun, belum dapat terpenuhi oleh lembaga perbankan.
Menurut Maman, kesenjangan tersebut adalah sebuah tantangan yang harus diatasi bersama. Dalam pengamatannya, pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia sebagai indikasi yang menggembirakan sehingga ia berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan ekosistem startup yang inklusif dan berdaya saing. Bahkan ia menyebut saat ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah startup keenam terbesar di dunia.
"Dari 2.324 startup pada tahun 2022, jumlah ini meningkat menjadi 2.558 pada tahun 2023, atau tumbuh sebesar 9,15%. Angka ini menunjukkan potensi besar yang kita miliki untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global,” kata Maman dalam Startup Investment Forum di Jakarta, Selasa (10/12/2024) dikutip dari keterangan tertulis.
Maman menambahkan, keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan strategis yang diberikan pemerintah, dalam hal ini Kementerian UMKM yang telah mengambil berbagai langkah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan startup. Sejumlah kebijakan yang mendukung di antaranya skema pendanaan tahap awal, insentif pajak, hingga pembangunan infrastruktur seperti pusat inovasi dan co-working space.
“Kami percaya bahwa startup adalah motor penggerak penting bagi transformasi ekonomi digital Indonesia. Untuk itu, Kementerian UMKM terus berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendukung kolaborasi strategis lintas sektor,” ujarnya.
Baca Juga
Tiga Startup yang Dinakhodai Perempuan Muda Menangi Kompetisi SheHacks 2024 Indosat (ISAT)
Dalam kesempatan tersebut, politikus Partai Golkar itu menyoroti keberhasilan program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) yang sudah berjalan dari tahun 2020. Adapun hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 3.860 wirausaha, dengan 646 di antaranya berhasil mendapatkan pendanaan senilai Rp 201,9 miliar.
“EFF juga telah bekerja sama dengan IDX Incubator melalui Program Road to IPO 2024, memberikan peluang kepada startup untuk melantai di bursa saham. Ini adalah langkah besar untuk memastikan keberlanjutan ekosistem startup kita,” katanya.
Baca Juga
30 Finalis Startup Terbaik Perguruan Tinggi Siap Bersaing di Pertamuda 2024
Sementara itu Plt. Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah menyampaikan program EFF bertujuan mempercepat akses pembiayaan dan investasi bagi wirausaha UMKM dan startup tahap awal melalui financial and business coaching serta match-making dengan investor. Ia mengatakan hingga kini EFF telah bekerja sama dengan 74 lembaga keuangan, termasuk 51 venture capital dan 11 perbankan, yang berhasil menjangkau 3.860 wirausaha selama 2022-2024.
Siti Azizah melanjutkan, sebanyak 646 di antaranya telah memperoleh pendanaan senilai Rp 201,9 miliar. Namun, di sisi lain ada tantangan besar yang dihadapi startup, seperti keterbatasan agunan dan kesulitan membuktikan nilai bisnis.
“Untuk itu dukungan teknis dan finansial pada tahap awal sangatlah penting. Kami percaya, forum seperti ini dapat menjawab hambatan tersebut,” tandas Siti Azizah.

